Jumat, 29 Agustus 2025

Distribusi Elpiji 3 Kg

Gas LPG 3 Kg Langka, Penjual Nasgor di Tangerang Tutup Usaha, Ojol Antre Tinggalkan Orderan

Gas LPG 3 Kg langka di Tangerang Raya, Banten. Hal ini membuat sejumlah warga mengeluh karena imbas langkanya gas melon

|
Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ANTRE GAS 3KG - Warga mengantre saat membeli gas elpiji atau LPG 3 kg bersubsidi di sebuah agen di kawasan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (3/2/2025). Sejumlah warga Tangerang Raya mengeluhkan imbas langkanya gas LPG 3 Kg 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Sejumlah warga di Tangerang Raya, Banten mengeluhkan langkanya gas elpiji berukuran 3 kilogram atau gas melon.

Mereka mengeluh karena tidak dapat berjualan imbas langkanya gas melon.

Faktor kelangkaan karena daya beli masyarakat sedang tinggi. Terlebih di momen libur panjang akhir Januari 2024.

Baca juga: Profil Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM Dinilai Blunder soal Kebijakan Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Seperti dilansir Tribunnews.com dari TribunTangerang.com, Ahmad (39), seorang pedagang mengeluh tidak bisa berjualan imbas langkanya gas melon.

Ahmad terlihat sudah ikut mengantre di pangkalan pinggir Jalan Raya Pantura, sejak pukul 10.00 WIB pagi.

Dirinya tampak membawa sang istri untuk ikut mengantre, demi mendapatkan satu buah gas melon.

"Sebagai pedagang tentunya sangat terkena dampaknya ya, karena enggak ada gas akhirnya saya enggak bisa berjualan," keluh Ahmad di lokasi.

 

Menurut Ahmad, peraturan satu KK dan KTP hanya bisa membeli satu buah gas, tidak cukup bagi kebutuhan keluarga maupun dagangannya.

"Saya cuma bisa dapat satu gas saja, enggak cukup pasti, paling cuma buat kebutuhan masak di rumah, kalau buat dagang nasi goreng, enggak akan cukup," paparnya.

Ahmad pun berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan persoalan gas melon yang langka tersebut.

"Semoga bisa segera diatasi, sebagai rakyat kecil, pedagang khususnya, saya cukup kesulitan, mungkin pedagang yang lain juga merasakan hal yang sama," harapnya.

Baca juga: Puluhan Warga Pasar Kemis Tangerang Antre Gas Elpiji 3 Kg

Di samping itu, berdasarkan pantauan Tribuntangerang.com di lokasi, warga Cikupa tampak menyerbu agen Gas LPG yang terletak di pinggir Jalan Raya Pantura sejak pagi.

Mereka terlihat tampak membawa gas melon kosong, untuk ditukarkan ke agen tersebut.

Tak hanya itu para warga yang akan membeli gas juga terlihat turut membawa identitas berupa Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk agar dilayani.

Satu KK dan KTP itu hanya boleh menukarkan satu gas melon per harinya.

Sontak langkanya gas melon itu pun menyebabkan antrean panjang di agen gas yang terletak di Desa Bitung Jaya tersebut.

Sambil mengantre, wajah mereka juga terlihat cemas lantaran takut jika persediaan gas di agen tersebut tak mencukupi.

 

Tak sedikit pula warga yang mengeluh lantaran hingga siang ini, belum juga mendapatkan gas.

Padahal beberapa di antara warga mengaku telah datang ke agen gas sejak pukul 08.00 WIB pagi.

"Saya dari jam 8 di sini, belum dapat gas juga," ungkap salah satu warga, Devi (36) saat diwawancarai di lokasi.

Devi juga mengeluh lantaran dirinya belum bisa memasak untuk keluarga, imbas langkanya gas melon tersebut.

"Jam segini belum dapet gas, padahal saya belum masak sama sekali untuk keluarga," keluhnya.

Ojol Rela Tinggalkan Order

Sementara itu, Rahmat warga Tangsel mengatakan bahwa seharusnya pemerintah mempersiapkan infrastruktur yang lebih baik agar pasokan gas dapat tersalurkan dengan lancar.

"Harusnya disiapin infrastruktur baru, kalau kaya gini repot," kata Rahmat kepada TribunTangerang.com, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (3/2/2025)

Ia mengungkapkan bahwa sudah mengantri sejak pagi untuk mendapatkan gas LPG 3 Kilogram, karena stok yang tersedia di agen ini hanya sebanyak 220 tabung.

"Antri gas kak, karena kuota 220 (unit,-red) di agen," kata Rahmat.

Rahmat yang kesulitan mendapatkan pasokan gas mengeluhkan kondisi yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari sebagai driver ojek online (ojol).

Baca juga: DPR Bakal Panggil Pertamina Buntut Kasus Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

Menurutnya, pemerintah harus berupaya untuk mempermudah akses, seperti berinisiatif untuk menyediakan gas di SPBU agar tak mempersulit warga.

"Ini mengganggu sekali, diperbantukan di SPBU diadain biar gampang," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Rahmat Kecewa Harus Mengantre Lama di Pangkalan Gas karena Aktivitasnya sebagai Ojol Terganggu 

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Pedagang Nasi Goreng di Cikupa Curhat Kesulitan Beli Gas Elpiji 3 Kg: Saya Tak Bisa Jualan Hari Ini

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan