Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
Akhir Pelarian 'Sopir Bos' di Rumah Oranye, Ahli IT di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Dini hari itu Dusun Sendangrejo masih terlelap dalam sunyi. Jalanan yang biasanya lengang tak menunjukkan tanda-tanda luar biasa
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG — Dini hari itu, Dusun Sendangrejo di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masih terlelap dalam sunyi.
Jalanan paving yang biasanya lengang tak menunjukkan tanda-tanda luar biasa.
Namun, tepat pukul 02.15 WIB, Minggu (24/8/2025), beberapa kendaraan tanpa sirine berhenti pelan di depan sebuah rumah bercat oranye dengan pagar merah.
Di sanalah, pelarian Rahmat alias RS berakhir.
Rahmat bukan sedang pulang kampung, ia juga bukan tamu yang datang untuk berlibur.
Ia bersembunyi—dari hukum, dari jejak digital yang ia ciptakan sendiri, dan dari bayang-bayang kejahatan yang mengguncang negeri.
Rumah itu bukan miliknya.
Rahmat datang mendadak, menumpang di rumah seorang teman, berharap bisa lolos dari pengejaran.
Tapi malam itu, tim gabungan dari Resmob Polrestabes Semarang dan Polda Metro Jaya sudah mengendap, menunggu waktu yang tepat.
“Sering sepi di sini, tapi malam itu suara ‘permisi, permisi’ terdengar keras. Saya masih bangun, ternyata polisi datang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak ada perlawanan, Rahmat langsung diamankan dan dibawa ke mobil petugas.
Beberapa warga yang masih terjaga karena begadang menyaksikan momen itu dengan mata kepala sendiri.
Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, mengonfirmasi bahwa Rahmat bukanlah warga setempat.
“Dia hanya menumpang di rumah temannya. Saya sendiri sedang di luar kota saat penangkapan,” kata Parsunto.
Baca juga: Menengok dari Dekat Kompleks Elite di PIK 2: Tempat Tinggal Aktor Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
Dari Sosok Ramah ke Tersangka Kejahatan
Di Semarang Timur, tempat tinggal Rahmat selama lebih dari 15 tahun, kabar penangkapannya mengejutkan banyak orang.
Ia dikenal sebagai pribadi bersahaja, suka bercanda, bahkan aktif dalam kegiatan kampung.
“Orangnya baik, suka guyon, nyanyi-nyanyi. Jumat kemarin masih ikut tirakatan HUT RI, sempat dapat hadiah kompor,” kenang Sriati Agus, tetangganya.
Namun, pekerjaan Rahmat selama ini memang misterius.
Warga hanya tahu ia sering ke Jakarta sebagai “sopir bos.”
Tak ada yang menyangka, di balik sikap ramah itu, ia adalah bagian dari jaringan kriminal yang merancang penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI, Mohamad Ilham Pradipta.
Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya mengungkap peran Rahmat bukan sekadar pelaku lapangan.
Ia adalah penyusun tim pengintai dan ahli IT yang mengatur koordinasi antar pelaku.
Rahmat membangun sistem digital untuk melacak rutinitas korban, memetakan titik-titik rawan, dan menyinkronkan aksi penculikan secara real-time.
Diduga, ia memanfaatkan pelacakan GPS, rekaman CCTV, hingga pengawasan digital untuk memastikan rencana berjalan mulus.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menceritakan bahwa proses penangkapan Rahmat sempat mengalami hambatan.
Awalnya, tim gabungan melakukan penggerebekan di rumah Rahmat yang berada di kawasan Candisari, Semarang.
Namun, ia sudah lebih dulu melarikan diri sebelum petugas tiba.
“Tim kemudian mengejar RS ke lokasi persembunyian di Jalan Handayani, Dusun Sendangrejo, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang,” ujar Ade Ary dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).
Pengejaran itu membuahkan hasil.
Rahmat berhasil ditangkap pada Minggu (24/8/2025) pukul 02.15 WIB, tanpa perlawanan.
Ia langsung dibawa ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penangkapan Rahmat menambah daftar panjang pelaku yang telah diamankan dalam kasus ini.
Sebelumnya, polisi telah menangkap delapan orang yang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Ilham di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Mereka adalah EW alias Eras, AT, RS, RAH, C, DH, YJ, dan AA.
Penangkapan dilakukan di berbagai lokasi:
AT, RS, dan RAH ditangkap di Jakarta Pusat.
RW diamankan di sebuah bandara di Nusa Tenggara Timur.
DH, YJ, dan AA ditangkap di Solo, Jawa Tengah.
C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Polisi telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus ini.
Rahmat sendiri termasuk dalam kelompok penculik bersama AT, RAH, dan RW.
Sementara C, DH, YJ, dan AA disebut sebagai otak intelektual di balik kejahatan tersebut.
Hingga kini, polisi telah menetapkan total 15 orang sebagai tersangka dalam kasus yang mengguncang dunia perbankan nasional ini.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul: Potret Rumah Persembunyian Rahmat di Ungaran, Terduga Pelaku Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Sumber: Tribun Jateng
Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
Misteri HP Milik Kacab Bank BUMN: Punya 2, tapi Hanya 1 yang Ditemukan saat Jasad Korban Dievakuasi |
---|
Rekam Jejak RS, Perancang IT hingga Pengintaian Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Berakhir di Nyatnyono |
---|
Psikolog Forensik Sebut Pembunuhan Kacab Bank BUMN ‘Mengerikan’: Pelaku Nekat Beraksi di Depan CCTV |
---|
Pengakuan Keluarga Kacab Bank BUMN: Istri Trauma Ilham Tewas Diculik-Dibunuh, Korban Tak Punya Musuh |
---|
Dwi Hartono Pernah Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Pemalsuan Ijazah Calon Mahasiswa FK Unissula |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.