Jumat, 29 Agustus 2025

Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Pengakuan Keluarga Kacab Bank BUMN: Istri Trauma Ilham Tewas Diculik-Dibunuh, Korban Tak Punya Musuh

Juru bicara keluarga Ilham, Widodo Bayu Ajie, mengungkapkan istri korban bernama Puspita Aulia masih terpukul dan mengalami trauma.

Penulis: Nuryanti
Editor: Febri Prasetyo
IST via TribunJakarta.com
15 TERSANGKA - Kasus pembunuhan Kacab Bank BUMN libatkan 4 klaster, 15 orang jadi tersangka di antaranya pengusaha asal Jambi hingga mantan atlet kickboxing. Juru bicara keluarga Ilham, Widodo Bayu Ajie, mengungkapkan istri korban bernama Puspita Aulia masih terpukul dan mengalami trauma. 

TRIBUNNEWS.COM - Keluarga kepala cabang (kacab) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (37), memberikan sejumlah pengakuan.

Ilham tewas setelah menjadi korban penculikan sekelompok orang tak dikenal (OTK) di area parkir pusat perbelanjaan di Jalan TB Simatupang, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).

Ilham ditemukan tewas dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata tertutup lakban di area persawahan di Desa Nagasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).

Hingga kini jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 orang terkait kasus penculikan disertai pembunuhan tersebut.

Lantas, apa kata keluarga korban?

1. Istri Korban Alami Trauma

Juru bicara keluarga Ilham, Widodo Bayu Ajie, mengungkapkan istri korban bernama Puspita Aulia masih terpukul dan mengalami trauma akibat kasus yang menimpa mendiang suaminya.

Ia mengatakan keluarga tidak menyangka ayah dari dua orang anak tersebut tewas secara mengenaskan akibat luka kekerasan benda tumpul pada bagian leher dan dada yang dilakukan para pelaku.

"Sangat terpukul, sangat trauma, sangat mengagetkan. Peristiwa ini sangat mengagetkan dan tidak sama sekali disangka bisa terjadi kepada keluarga," ungkap Bayu, Kamis (28/8/2025), dilansir TribunJakarta.com.

2. Ilham Tak Punya Musuh Semasa Hidup

Bayu menuturkan Ilham dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah memiliki musuh.

Menurutnya, kasus yang dialami korban membawa dukacita mendalam bagi pihak keluarga.

"Almarhum itu kan hampir tidak memiliki musuh, ramah sama orang, aktif berorganisasi dari mulai SMP, SMA, kuliah, itu aktif berorganisasi, bahkan sempat jadi ketua OSIS," jelasnya.

Baca juga: Bala Pattyona Ungkap Peran F: Oknum Aparat Beri Upah Rp 40 Juta Usai Penculikan Kacab Bank BUMN

3. Tak Kenal Tersangka

Bayu menuturkan pihak keluarga tidak mengenal delapan tersangka dalam kasus penculikan disertai pembunuhan terhadap Ilham.

Menurutnya, dari delapan tersangka yang sebelumnya diumumkan Polda Metro Jaya, tidak ada satupun di antara mereka yang dikenal keluarga.

"Kalau yang delapan itu sudah jelas tidak ada yang dikenal oleh keluarga," ujar Bayu di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (27/8/2025), dikutip dari TribunJakarta.com.

Sementara, tujuh orang lain yang sudah diamankan Polda Metro Jaya terkait kasus Ilham, pihak keluarga menyatakan belum dapat memastikan karena belum mendapat informasi resmi.

"Kalau sampai ke 15 saya belum dapet update informasinya. Berarti kan ada tujuh lagi yang diamankan. Nah tujuh orang ini saya belum dapet update informasinya siapa saja," imbuh Bayu.

4. Berharap Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Bayu menambahkan pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini.

Pihak keluarga berharap para pelaku dapat diproses hukum sesuai dengan masing-masing perannya dalam kasus penculikan disertai pembunuhan terhadap Ilham.

"Kami dari keluarga tentunya mengharapkan mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya, dan para pelaku dihukum sesuai perbuatannya, menerima sanksi sesuai hukum," papar Bayu.

15 Orang Jadi Tersangka

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap 15 orang dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Mohamad Ilham Pradipta.

Saat ini 15 orang yang ditangkap tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka sudah 15 orang," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, Rabu (27/8/2025), dilansir Wartakotalive.com.

Baca juga: Tetangga Tak Pernah Lihat Sosok Dwi Hartono Dalang Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Sudah Hampir Setahun

AKBP Abdul Rahim menyampaikan mereka yang ditetapkan sebagai tersangka mulai dari aktor intelektual yang diketahui berjumlah empat orang.

Kemudian, ada tiga kluster yang terlibat dalam peristiwa ini, yakni pengintai, penculik, dan eksekutor.

"Aktor intelektual, kluster yang membuntuti, kluster yang menculik, dan kluster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban," jelas AKBP Abdul Rahim.

Dugaan Keterlibatan Oknum Prajurit TNI

Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kasus penculikan Kacab bank BUMN.

"Nanti kami pastikan ya kami belum ada info dari tim," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025).

Sementara itu, Mabes TNI sudah memberi tanggapan perihal dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kacab bank BUMN.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Freddy Ardianzah, mengatakan belum mendapatkan informasi dari Polda Metro Jaya terkait keterlibatan prajurit.

Saat ini, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum PMJ.

“Sampai saat ini saya belum mendapat info dari Polda Metro Jaya terkait keterlibatan prajurit dalam kasus ini,” kata Mayjen Freddy, Selasa.

Meski begitu, ia memastikan akan mengkroscek terkait dugaan keterlibatan prajurit tersebut.

Namun, Mayjen Freddy tidak menyebut asal satuan prajurit yang diduga terlibat.

Baca juga: Paket Komplit 15 Tersangka Pembunuh Kacab Bank BUMN, Otak, Tim Pengintai, Penculik, Pembuang Jasad

PEMBUNUHAN KACAB BANK - Sebanyak empat pria berinisial AT, RS, RAH, dan EW, ditangkap Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena menculik MIP (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih.
PEMBUNUHAN KACAB BANK - Sebanyak empat pria berinisial AT, RS, RAH, dan EW, ditangkap Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena menculik MIP (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih. (IST)

Hasil Autopsi Jenazah Korban

Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, telah melakukan autopsi terhadap jenazah Ilham.

Pemeriksaan luar dan dalam atau autopsi dilakukan atas persetujuan keluarga pada Kamis (22/8/2025) pukul 14.30 WIB.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, menyampaikan jenazah diterima pada Kamis (21/8/2025) pukul 12.48 WIB berdasarkan surat permintaan penitipan mayat dari Polsek Serang Baru.

Saat diserahkan jenazah menggunakan pakaian batik berwarna cokelat dan celana panjang cokelat muda.

"Ditemukan tanda kekerasan luka-luka pada bagian luar dan dalam tubuh korban akibat benda tumpul di bagian dada dan leher," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).

Selain itu, tim juga melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan DNA dan toksikologi forensik.

Pemeriksaan autopsi selesai pada pukul 19.00 WIB.

Kronologi

Dalam rekaman CCTV yang diterima wartawan, korban yang mengenakan kemeja cokelat saat itu berada di area parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).

Korban terlihat diculik oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) saat akan masuk ke mobilnya yang terparkir bersebelahan dengan mobil para pelaku.

Kemudian, korban dibawa masuk ke dalam mobil para pelaku secara paksa.

Para pelaku diduga menghabisi nyawa korban.

Jenazah korban lalu ditemukan di sebuah kebun kosong dengan posisi telungkup dan sebagian kemejanya terangkat di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Polisi sebelumnya menangkap delapan pelaku kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BRI Cempaka Putih ini. 

Kedelapan pelaku itu adalah EW alias Eras, AT, RS, RAH, C, DH, YJ dan AA.

AT, RS, dan RAH ditangkap di kawasan Jakarta Pusat sedangkan RW diamankan di sebuah bandara di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk DH, YJ dan AA ditangkap di daerah Solo, Jawa Tengah. Lalu pelaku berinisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Istri Kacab Bank BUMN Trauma Suaminya Diculik dan Dibunuh, Berharap Pelaku Dihukum Seadil-adilnya dan WartaKotalive.com dengan judul Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Jadi 15 Orang, Ini Perannya

(Tribunnews.com/Nuryanti/Reynas Abdila) (TribunJakarta.com/Bima Putra) (Wartakotalive.com/Ramadhan L Q)

Berita lain terkait Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan