Demo di Jakarta
Tangis Histeris Ibu Affan Kurniawan di Hadapan Anies Baswedan Mohon Keadilan: Anak Saya Gak Ada Pak
Ibunda almarhum Affan Kurniawan, Erlina emosional di hadapan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menangis minta keadilan
Penulis:
Siti Nurjannah Wulandari
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Ibunda almarhum Affan Kurniawan, Erlina emosional di hadapan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Anies Baswedan datang melayat sekaligus ikut menyolatkan almarhum driver ojek online (ojol) yang tewas dalam pengamanan demo di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam.
Duka mendalam dirasakan berbagai pihak, termasuk Anies Baswedan yang tiba langsung ke rumah duka di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta.
Anies Baswedan yang baru datang disambut tangisan histeris Erlina.
"Anak saya udah gak ada ini, Pak," kata Erlina berkali-kali.
Erlina lantas menggenggam erat tangan Anies Baswedan.
Hal ini membuat mantan Gubernur Jakarta 2017-2022 tersebut tersimpuh duduk di sebelah Erlina yang histeris.
Sekira tiga menit Anies Baswedan menemani Erlina yang tengah berduka.
Sesekali Anies Baswedan membisikkan kalimat ke Erlina.
Anies yang tiba dengan mengenakan kemeja biru navy, celana hitam dan peci hitam langsung memberikan doa dan penguatan kepada pihak keluarga saat tiba di lokasi duka.
Baca juga: Seali Syah Bersyukur Hendra Kurniawan Didepak dari Propam Polri: Kami Jauh dari Huru-hara
Dirinya meyakini, jenazah Affan akan syahid karena meninggal usai bekerja dalam hal ini mengantarkan orderan.
"Syahid syahid, insyaAllah jannah, berat ini pasti berat mengatakannya itu gampang sekali yang sabar," kata Anies kepada pihak keluarga.
Ibunda Affan Kurniawan sedikit lebih tenang baru Anies Baswedan menyempatkan berbincang dengan adik, ayah korban, dan sejumlah pelayat yang datang.
Dalam kesempatan itu, Anies mengungkapkan pesan yang disampaikan ibunda mendiang Affan Kurniawan, saat mereka bertemu.
"Kita semua mendoakan dan kita semua mengungkapkan apa yang dikatakan oleh ibunya tadi, saya tanya sama ibunya, ibu apa yang ibu rasakan? 'Tegakkan keadilan, tegakkan keadilan, tegakkan keadilan. Hukum seberat-beratnya orang yang membuat anak saya meninggal', itu kata-kata ibunya," kata Anies, saat menyampaikan sambutan dalam prosesi salat jenazah Affan Kurniawan, Jumat.
Anies kemudian meminta agar seluruh aparat penegak hukum bisa menegakkan keadilan untuk keluarga Affan Kurniawan.
"Kita minta kepada seluruh aparat penegak hukum, tegakkan hukum yang sebenar-benarnya sampai tuntas dan insyaAllah perjuangan yang dilakukan Affan dan semua rakyat yang terlibat dimudahkan dan negeri ini mendapat keadilan," tuturnya.
Anies mengatakan, semua pelayat bisa merasakan beratnya keluarga yang kehilangan.
Kejadian Nahas menimpa Affan Kurniawan hingga menggegerkan publik.
Sosok pengemudi ojol berusia 21 tahun tersebut meregang nyawa saat ingin mengantar orderan.
Sayangnya Affan Kurniawan kala itu terjebak massa demo dan berlari saat barracuda tiba-tiba melaju kencang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat pembubaran massa aksi di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam.
Brimob merupakan satuan operasi khusus dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menanggulangi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) berintensitas tinggi.
Kala itu satu mobil barracuda yang dikemudikan tujuh anggota Brimob melaju kencang hingga menabrak Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Abdul Karim mengatakan, tujuh anggota Brimob tersebut telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan.
Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D.
"Jadi saat ini perlu saya sampaikan, pelaku tujuh orang sudah diamankan dan sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Propam Polri dan Brimob Polri," ujar Irjen Abdul Karim, Jumat (29/8/2025).
Lantas siapakah sosok pengemudi dari ke tujuh anggota polisi yang diamankan?
Irjen Abdul Karim hingga kini belum bisa memastikan peran ketujuh anggota yag saat itu berada di dalam mobil barracuda maut tersebut.
"Masih kita dalami siapa yang nyetir, masih kita dalami."
"Kita masih belum bisa tahu, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan," tegas Kadiv Propam, dikutip dari TribunJakarta.com.
Lebih lanjut Irjen Abdul Karim menegaskan pihak Propam dengan Brimob akan menyelidiki apa saja peran dari ketujuh anggota polri yang telah diamankan.
"Kita dalami perannya bagaimana. Saat ini pelaku sudah kita amankan, yang saat ini dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari brimob," jelas Karim.
Ketujuh anggota Brimob masih menjalani pemeriksaan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya di Kwitang Senen, Jakarta Pusat.
Selain tujuh polisi yang terlibat, kendaraan Barracuda yang digunakan dalam insiden tersebut juga diamankan di Kwitang. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Emosional, Ibu Driver Ojol Affan Kurniawan Berteriak Histeris saat Anies Baswedan Datang Melayat dan Tribun Jakarta dengan judul Identitas 7 Anggota Brimob yang Lindas Ojol hingga Tewas, Berpangkat Kompol hingga Bharaka
(Tribunnews.com/ Siti N/ Ibriza Fasti Ifhami) (Warta Kota/ Nuri Yatul Hikmah) (TribunJakarta.com/ Annas Furqon Hakim)
Sumber: TribunSolo.com
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya
A member of

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.