Kamis, 14 Mei 2026

Gempa di Bogor

Apa Itu Gempa Swarm & Ciri-cirinya? 30 Kali Guncang Bogor dan Sukabumi

Wilayah Sukabumi dan Bogor di Jawa Barat diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo kecil atau gempa swarm. Apa itu gempa swarm?

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dewi Agustina
BMKG
RUMAH WARGA RUSAK - Gempa bumi berkekuatan magnitudo kecil atau lebih dikenal dengan gempa swarm menggoyang wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu(20/9/2025) hingga Minggu(21/9/2025). Bahkan dampak gempa di Kabandungan, Sukabumi, Jawa Barat dengan kekuatan 3,8 Magnitudo pada Minggu dinihari membuat rumah warga rusak. Berdasarkan informasi dari Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono rumah warga yang rusak diantaranya ada di Kampung Cipeteuy, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rumah warga yang rusak juga dilaporkan terjadi di Kampung Garejong, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

"Ada 30 kali gempa susulan (aftershocks) yang terjadi hingga Minggu pagi," kata Daryono.

Belum diketahui pasti sumber gempa yang lokasinya berdekatan dengan Sesar Citarik ini. 

Karena titik-titik gempa yang terjadi diduga akibat adanya sesar mikro yang belum terpetakan.

Apa itu Gempa Swarm?

Gempa Swarm adalah jenis gempa bumi yang terdiri dari serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil yang terjadi secara berulang dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, mulai dari beberapa hari hingga berbulan-bulan.

Berikut ciri-ciri Gempa Swarm:

  • Terjadi tanpa gempa utama (mainshock) yang dominan.
  • Frekuensi kejadian sangat tinggi, tetapi magnitudo kecil.
  • Umumnya tidak menimbulkan kerusakan besar.
  • Tidak memicu tsunami meskipun terjadi di wilayah pesisir.

Adapun penyebab Gempa Swarm adalah:

  • Aktivitas gunung api, seperti intrusi atau migrasi magma yang menyebabkan deformasi batuan di bawah permukaan.
  • Pergerakan sesar aktif, terutama yang mengalami rayapan (creeping) atau segmen sesar yang tidak terkunci.
  • Bisa juga terjadi di zona non-vulkanik, sebagai respons terhadap akumulasi tegangan di kerak bumi.

Gempa Swarm pernah terjadi di beberapa wilayah seperti:

  • Salatiga–Ambarawa–Ungaran
  • Kaki Gunung Salak
  • Mamasa, Jailolo, dan Madiun
  • Terkini Gempa Swarm terjadi di Sukabumi dan Kota Bogor, Sabtu (20/9/2025) dan Minggu (21/9/2025) kemarin.

Gempa ini sering menimbulkan keresahan karena frekuensinya yang tinggi, meskipun dampaknya relatif kecil.

Warga Kaget dan Panik

Dua kali guncangan gempa bumi di Kota Bogor, Jawa Barat ini membuat warga panik. 

Dante, salah seorang warga mengaku kaget saat sedang asyik menyeruput kopi di teras depan rumahnya.

"Lagi ngaduk kopi tiba-tiba kursi goyang," kata dia.

Sementara itu Natayya warga Bogor lainnya juga mengaku kaget saat hendak tidur mendadak merasakan guncangan gempa.

"Baru mau merem ini tiba-tiba bergetar," katanya.

Rumah Warga Rusak

Di Sukabumi tercatat rumah warga rusak akibat guncangan gempa.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan rumah warga yang rusak di antaranya ada di Kampung Cipeteuy, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Rumah warga yang rusak juga dilaporkan terjadi di Kampung Garejong, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kondisi rumah-rumah warga yang rusak di dua wilayah tersebut di antaranya ada tembok yang mengalami retak-retak serta rontok. 

"Ini dampak dari gempa berkekuatan Magnitudo 3,8 pada Minggu dinihari," ujar Daryono.

Penulis: Tribunnews.com/Wik/Willy Widianto

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved