Minggu, 17 Mei 2026

Kesaksian Warga Cilincing setelah Bocah SD Dibunuh, Pelaku Berusia 16 Tahun Sakit Hati Ditagih Utang

Bocah 12 tahun ditemukan tewas dengan leher terjerat kabel di kontrakan Cilincing. Pelaku MR (16) kini diproses sebagai ABH oleh kepolisian.

Tayang:
WartaKotalive.com/Munir
PEMBUNUHAN DI CILINCING - Pada Selasa (14/10/2025), ratusan warga memenuhi kediaman bocah berinisial VI (12) di Cilincing, Jakarta Utara, usai ia dibunuh oleh remaja berinisial R (16). Pelaku sakit hati ditagih utang oleh ibu korban. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus pembunuhan bocah perempuan berusia 12 tahun di Kampung Sepatan, Cilincing, dilakukan oleh tetangganya MR (16).
  • Jasad korban ditemukan dengan leher terikat kabel, dan pelaku sempat dihakimi massa sebelum diserahkan ke polisi.
  • Karena masih di bawah umur, MR diproses sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan bocah perempuan berusia 12 tahun terjadi di sebuah kampung di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (13/10/2025).

Pelaku merupakan tetangga korban berinisial MR (16) yang sempat kabur usai melakukan pembunuhan.

Aksi pembunuhan dilakukan di rumah kontrakan MR.

Jasad korban ditemukan warga di rumah kontrakan MR dalam kondisi leher terikat kabel pada Selasa (14/10/2025).

MR sempat dihakimi massa sebelum diserahkan ke petugas kepolisian.

Lantaran masih berusia 16 tahun, MR berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan kasusnya ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno, membantah kabar yang beredar MR merudapaksa jasad korban.

"Pelaku hanya meraba-raba area sensitif dari korban saja usai membunuh," ungkapnya, dikutip dari WartaKotalive.com

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, MR membunuh korban karena sakit hati ditagih utang oleh ibu korban dengan nada tinggi.

"Sampai saat ini saksi sudah empat orang yang kami periksa," lanjutnya.

Baca juga: Kronologi Suami Bunuh Istri Siri di Malang, Jasad Ditemukan Terkubur di Kebun Tebu

Tetangga pelaku, Fatimah, menerangkan pelaku tinggal di kontrakan bersama ayahnya.

Mereka belum lama tinggal di Kampung Sepatan dan sebelumnya MR tinggal bersama neneknya.

Ia tak mengetahui korban dibawa ke kontrakan pelaku dengan iming-iming hadiah.

"Korban belum pernah ke sini, enggak ada teriakan juga dari korban. Dibawanya diem-diem," tuturnya.

Penggerebekan kontrakan MR terjadi pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved