Rabu, 3 Juni 2026

Alvaro Bocah Hilang Ditemukan Meninggal

Polda Metro Jaya Belum Terima Hasil Ante Mortem dan Tes DNA Alvaro Kiano

Menurut Kombes Budi, proses pencocokan identitas belum dapat disimpulkan karena sampel pembanding baru diambil dari keluarga pada hari sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
BOCAH HILANG - Bingkai foto mendiang Alvaro Kiano Nugroho (6) masih terpajang di dinding rumah duka, Gang Al Muflihun I, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan penjelasan terbaru terkait proses identifikasi jenazah yang diduga Alvaro Kiano Nugroho. 
Ringkasan Berita:
  • Tim penyidik masih menunggu hasil tes DNA dan pemeriksaan ante mortem dari Puslabfor Polri  terkait proses identifikasi jenazah yang diduga Alvaro Kiano Nugroho
  • Proses pencocokan identitas belum dapat disimpulkan karena sampel pembanding baru diambil dari keluarga
  • Kepolisian mengutamakan kecermatan dalam proses identifikasi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan penjelasan terbaru terkait proses identifikasi jenazah yang diduga Alvaro Kiano Nugroho.

Saat ini tim penyidik masih menunggu hasil tes DNA dan pemeriksaan ante mortem dari Puslabfor Polri serta Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Baca juga: Awal Mula Terbongkarnya Kasus Alvaro, Cerita Remaja 16 Tahun Membuka Tabir Kejahatan Alex Iskandar

Ante Mortem adalah data atau informasi yang dikumpulkan sebelum seseorang meninggal dunia, biasanya digunakan dalam proses identifikasi jenazah.

Menurut Kombes Budi, proses pencocokan identitas belum dapat disimpulkan karena sampel pembanding baru diambil dari keluarga pada hari sebelumnya.

Baca juga: Kata Ibunda, Kakek, hingga Nenek Alvaro soal Sifat Alex Iskandar

“Untuk hasil ante mortem dan tes DNA, kami masih menunggu karena sampel pembanding baru diambil kemarin,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Tes DNA adalah pemeriksaan genetik yang menganalisis DNA seseorang untuk mengetahui identitas, hubungan biologis, atau mendeteksi kelainan genetik.

Dia menegaskan bahwa kepolisian mengutamakan kecermatan dalam proses identifikasi.

Sehingga hasil baru akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan ilmiah selesai.

“Sesegera mungkin akan kami sampaikan hasilnya,” tambah Kombes Budi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan penemuan kerangka diduga Alvaro Kiano masih harus dipastikan melalui serangkaian pemeriksaan ilmiah.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan Labfor ya," ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Nicolas menegaskan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh, termasuk lokasi penemuan dan tersangka yang telah diamankan.

Kapolres mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan dan identifikasi oleh penyidik.

Sebelumnya, misteri hilangnya Alvaro sejak 6 Maret 2025 menjadi perhatian luas. 

Pencarian Alvaro sebelumnya melibatkan tim gabungan Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya

Saat itu, polisi juga belum bisa memastikan apakah kasus ini terkait penculikan.

Keluarga Alvaro pun disebut pernah menjadi korban penipuan oleh orang-orang yang mengaku mengetahui lokasi sang bocah.

Belakang diketahui bahwa pelaku penculikan ialah ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar.

Alex membunuh Alvaro lalu membuangnya di tempat pembuangan sampah di Tenjo Bogor.

Usai ditangkap polisi, Alex mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang konseling Polres Jakarta Selatan.

Baca juga: Doa Warga saat Bantu Pencarian Kerangka Alvaro di Jembatan Cilalay Tenjo

Kronologi

Polisi mengungkap kronologi soal tewasnya Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (46) karena dendam kepada sang ibu yang diduga selingkuh.

Awalnya, Alvaro diculik saat berada di sebuah masjid di kawasan Pesanggrahan pada 6 Maret 2025. 

Kemudian, Alvaro pun menangis ketika dibawa oleh ayah tirinya tersebut. Hal itu lah yang membuat tersangka membekap Alvaro hingga meninggal dunia.

"Untuk hasil dari pemeriksaan kami berdasarkan keterangan dari tersangka, bahwa jenazah itu kejadian pada saat pembunuhan tanggal 6 Maret 2025 di rumah di daerah Tangerang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Setelah Alvaro tewas, Alex pun tidak langsung membuang jasad anaknya itu. Jasadnya disimpan di sebuah garasi rumah selama tiga hari dengan ditutupi sebuah mobil.

“Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, 3 hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan, ada posisi mobil, mobil warna silver, itu di belakang garasi selama 3 hari di situ. Dan itu diakui oleh tersangka. Lalu, pada tanggal 9 Maret 2025, jenazah itu dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo,” kata Ardian.

Adapun pemilihan lokasi pembuangan di bantaran kali kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat lantaran dekat ke rumah kerabat sehingga mengetahui jika daerah tersebut sepi.

Kala itu, Alex ditemani oleh kerabatnya yang juga saksi kunci dalam kasus ini saat membuang plastik yang di dalamnya terdapat jenazah Alvaro.

Alex mengelabui kerabatnya itu dengan menyebut isi plastik tersebut merupakan bangkai anjing. 

"Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Mohon maaf. Bangkai anjing, gitu. Tapi dia nggak ngecek lagi,” jelasnya.

Delapan bulan berlalu atau tepatnya pada November 2025, jasad Alvaro pun ditemukan di bantaran Kali Cilalay, Tenjo, Bogor setelah penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved