Selasa, 19 Mei 2026

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone, Ada yang Sempat Kirim Voice Note hingga Telepon Keluarga

Puluhan orang menjadi korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat. Salah satu korban tewas bernama Ervina (25).

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KRBAKARAN - Petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Kebakaran tersebut menyebabkan 22 orang meninggal dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan orang menjadi korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).
  • Dari 22 karyawan yang menjadi korban tewas, salah satunya adalah Ervina (25), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.
  • Sementara itu, salah satu korban yang selamat adalah seorang staf HRD bernama Safa Alifia (20).Ā 

Ā 

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan orang menjadi korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Dari 22 karyawan yang menjadi korban tewas, salah satunya adalah Ervina (25), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Ervina sempat mengirimkan video dan voice note atau rekaman suara dirinya kepada keluarga.

Hal itu disampaikan oleh kakak Ervina, Anggraini, saat ditemui di rumah duka di Jalan Kecapi III, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) pagi.

"Jadi memang pas kebakaran terjadi, Ervina kirim video ke kakak saya yang juga kakaknya almarhumah. Dia kasih tau kantornya kebakaran," kata Anggraini dengan nada bergetar kepada WartaKotalive.com.

Menurutnya, Ervina juga mengirimkan voice note yang mengatakan sudah pasrah di dalam gedung saat kantornya kebakaran.

"Dia kirim voice note, isinya, 'Gua gak tau lagi ya, sumpah ini gua udah benar benar gabisa ngapa ngapain ya guys, maap banget. Gua gak tau lagi nih' gitu," tuturnya.

Saat video dan dan voice note itu dikirimkan, kakak mereka langsung mengirimkan voice note itu ke grup keluarga besar. Mereka pun panik dan syok saat tahu kabar tersebut.

"Syok semuanya. Saat itu saya sedang kerja, kaka saya sedang kerja. Di rumah ada adik dan papa mama di rumah, jadi kami semua saling berkabar aja. Syok semua," jelasnya.

Anggraini menyebut, saat ini keluarga masih menunggu kehadiran jenazah Ervina di rumah duka.

Rencananya, jenazah akan segera dimakamkan di pemakaman Keluarga, di Gang Langgar 2, Jagakarsa.

Baca juga: Polda Metro Turunkan Tim Psikologi Tenangkan Keluarga Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

"Semua berkas sudah dikirim dan dimasukkan ke RS Polri, masih menunggu aja nih kasihan kalau tidak cepat-cepat dimakamkan. Rencananya jenazah datang langsung dimakamkan," jelasnya.

Telepon Orang Tua

Sementara itu, staf HRD bernama Safa Alifia (20) yang berhasil selamat dari kebakaran tersebut sempat menelepon orang tuanya.

Ibu dari Safa Alifia, Dea Anjani, masih mengingat dengan jelas momen ketika menerima telepon dari putrinya pada Selasa sekitar pukul 12.00 WIB.

"Saya ditelepon, katanya 'Bu, kantorku meledak', abis itu saya enggak tahu lagi," kata Dea sambil memantau Safa yang sibuk mendata karyawan di sekitar lokasi kejadian, Selasa.

Kekhawatiran tersebut, perlahan berubah menjadi rasa syukur saat Dea mengetahui Safa berhasil keluar dari gedung enam lantai yang dilalap api tersebut.

Ketika ledakan terjadi, Safa sedang berada di lantai tiga. Menurut cerita Safa yang disampaikan lewat ibunya, sumber ledakan diduga berasal dari baterai drone yang meledak.

Setelah mendengar suara keras dan melihat kepulan asap, Safa langsung mengambil barang penting, kemudian bergegas menuju pintu keluar.

"Katanya awalnya dari baterai drone yang meledak, dia langsung lari keluar, tapi beberapa temannya masih tertinggal di dalam gedung," ujar Dea Anjani dengan nada campur aduk antara cemas dan lega.

Meskipun masih tampak syok, Safa tetap membantu proses pendataan karyawan yang terdampak insiden tersebut.Ā 

Sedangkan Dea tak berhenti mengucap syukur melihat putrinya selamat dari peristiwa tersebut.

Polisi Bakal Periksa Pemimpin Perusahaan

Polisi merencanakan pemeriksaan terhadap pemimpin perusahaan Terra Drone menyusul insiden kebakaran yang menewaskan 22 orang.Ā 

"Pemimpin perusahaannya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Rabu.

AKBP Roby tidak menjelaskan identitas dari pemimpin perusahaan Terra Drone yang berkantor pusat di Jepang tersebut.Ā 

Terra Drone sendiri diketahui perusahaan penyedia layanan dan solusi drone global.Ā 

Perusahaan ini menawarkan solusi untuk sektor industri di seluruh dunia memanfaatkan teknologi.Ā 

Sektor industri yang menggunakan jasa Terra Drone antara lain energi, migas, konstruksi, pertambangan, pembangkit, perkebunan, perencanaan kota hingga kebencanaan.Ā 

Roby memastikan Terra Drone di Indonesia bukan dipimpin orang Jepang.
Ā 
"Perusahaannya perusahaan Jepang kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (dari Jepang, red)," pungkasnya.Ā 

Sebagian Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Gedung Perkantoran di Kemayoran Jakpus Terbakar, Ini Cerita Korban Selamat setelah Dengar Ledakan.

(Tribunnews.com/Deni/Reynas)(WartaKotalive.com/Arie Puji Waluyo/Yolanda Putri Dewanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved