Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat
Tinjau Lokasi Kebakaran di Gedung Terra Drone, Mendagri Takjub Respons Cepat Damkar
Tito Karnavian mengaku takjub dengan respons Pemadam Kebakaran (Damkar) atas laporan peristiwa kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone
Ringkasan Berita:
- Tito apresiasi respons cepat Damkar dalam menangani kebakaran di Gedung Terra Drone
- Selamatkan 19 orang yang terjebak kebakaran
- Mendagri menyampaikan belasungkawanya atas meninggalnya 22 orang karyawan akibat kebakaran
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku takjub dengan respons Pemadam Kebakaran (Damkar) atas laporan peristiwa kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025) kemarin.
Apresiasi ini disampaikan Tito setelah mengetahui kecepatan respons Damkar yang hanya membutuhkan waktu 7 menit setelah laporan masuk dan bergegas mengerahkan pasukan ke lokasi.
"Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pemadam Kebakaran yang cepat sekali datang setelah mendapat laporan. Dalam waktu 7 menit, 7 menit setelah laporan, langsung datang ke TKP," kata Tito setelah meninjau lokasi kebakaran, Rabu (10/12/2025).
Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa itu, sekitar 15 orang terjebak di atas rooftop atau area terbuka pada bagian paling atas bangunan.
Mereka yang seluruhnya karyawan kantor terpaksa mengevakuasi diri ke atas bangunan lantaran akses utama untuk keluar-masuk gedung sudah terbakar dan tertutup asap tebal akibat ledakan baterai drone di lantai 1.
Baca juga: Mendagri Tinjau Lokasi Kebakaran di Kemayoran, Tegaskan Evaluasi Menyeluruh Kelayakan Bangunan
Peristiwa 15 orang terjebak ini juga viral di media sosial, di mana mereka bertahan menunggu bantuan datang.
Damkar yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi para karyawan menggunakan tangga portabel darurat yang ditempatkan di sisi samping bangunan.
Sedangkan beberapa lainnya juga berhasil dievakuasi dengan selamat.
Baca juga: Kondisi Gedung Terra Drone Pasca Kebakaran, Kerugian Capai Rp2 M, Diduga Akibat Malfungsi Baterai
"Dan kemudian (Damkar) melakukan evakuasi melalui jalur samping. Sehingga 19 orang dapat diselamatkan," kata Tito.
Tito pun menyampaikan belasungkawanya atas meninggalnya 22 orang karyawan dalam kejadian ini.
Mereka wafat karena terlalu banyak menghirup asap hitam beracun yang bersumber dari ledakan baterai drone ini.
"Itulah yang menyebabkan kematian 22 korban bukan karena kebakarannya, tapi karena asapnya. Asap yang beracun mungkin, kita belum tahu racunnya apa, apakah karbon monoksida atau apa," kata Tito.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tito-Karnavian-usai-meninjau-lokasi-kebakaran-gedung.jpg)