Sabtu, 16 Mei 2026

Pengamat: Penanganan TPA Cipeucang Tangsel Jangan Sampai Menimbulkan Masalah Baru

Masyarakat  Tangerang Selatan diminta untuk bersabar terkait penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Tayang:
Warta Kota
PENGELOLAAN SAMPAH - TPA Cipeucang di Kota Tangerang Selatan disegel Kementerian Lingkungan Hidup karena masih menerapkan praktik open dumping yang melanggar ketentuan lingkungan. Penyegelan ini memicu krisis pengelolaan sampah dan mendorong percepatan proyek PSEL sebagai respons kebijakan jangka panjang. 

Ringkasan Berita:
  • Penanganan TPA Cipeucang di Tangerang Selatan dilakukan secara bertahap karena lokasi tetap harus beroperasi menerima sekitar 250 ton sampah per hari.
  • Pengamat kebijakan publik menilai perlu adanya mitigasi dan koordinasi yang baik, agar pembatasan operasional TPA tidak menimbulkan masalah baru.
  • Pemkot Tangsel memastikan perbaikan struktural terus berjalan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Tangerang Selatan diminta untuk bersabar terkait penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Pasalnya, proses penanganan tidak bisa dilakukan sekaligus karena TPA harus tetap beroperasi menerima sekitar 250 ton sampah per hari.

Pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko menilai persoalan Cipeucang memang tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat. 

Dia menyebut Pemkot Tangsel sudah mengambil langkah teknis yang diperlukan, meski perlu percepatan di beberapa aspek.

“Pengelolaan sampah bukan pekerjaan sederhana. Ada kendala teknis, dinamika lahan, dan kebutuhan koordinasi lintas pihak. Upaya pemerintah tidak cukup tanpa dukungan masyarakat,” kata Yanuar, Jumat (12/12/2025).

Meski demikian, dia meminta dalam proses mencari solusi dalam penanganan TPA Cipeucang tetap harus disertai mitigasi agar tidak memunculkan persoalan baru. 

Yanuar juga menyoroti keluhan sebagian warga mengenai sampah yang belum terangkut selama adanya pembatasan operasional di TPA Cipeucang.

“Penanganan Cipeucang jangan sampai menimbulkan masalah baru. Saat TPA dibatasi atau ditutup sementara, akan terjadi penumpukan di lingkungan warga bisa memicu penyakit, apalagi dalam kondisi musim hujan seperti sekarang,” jelas Yanuar.

Menurutnya, prioritas Pemkot saat ini harus mencakup dua sisi yakni memastikan perbaikan struktural di TPA berjalan, sekaligus menjaga pelayanan pengangkutan sampah di permukiman tetap stabil. 

“Keduanya harus jalan beriringan. Publik bisa menerima perbaikan bertahap asal tidak berimbas pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dia pun mendorong Pemkot untuk terus memberikan informasi terbuka mengenai progres, skema pengalihan, serta solusi jangka pendek agar masyarakat tidak merasa dibiarkan menghadapi penumpukan sampah.

Kemudian menekankan perlunya kolaborasi agar pembenahan Cipeucang berjalan berkelanjutan. 

“Tujuan pemerintah dan warga sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan persampahan. Karena itu seluruh pihak perlu terlibat,” ujarnya.

Sementara, Pemkot pun memastikan seluruh langkah perbaikan terus berjalan dan menyebut kritik publik sebagai masukan penting dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel Bani Khosyatulloh mengatakan sejumlah pekerjaan teknis saat ini tengah diselesaikan bertahap.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved