Jumat, 1 Mei 2026

Mobil Tabrak Siswa di Jakarta Utara

Bertongkat dan Menahan Nyeri, Guru Korban Tabrakan Mobil MBG Tetap Mengajar demi Muridnya

Meski bertongkat usai jadi korban tabrakan mobil MBG, guru Maryono tetap semangat mengajar muridnya di SD Kalibaru.

Tayang:
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
Guru Maryono tetap semangat mengajar meski geraknya terbatas akibat patah tulang kaki. Guru kelas 4 ini merupakan korban insiden mobil MBG yang menabrak belasan siswa dan dirinya pada Kamis pagi 11 Desember 2025 di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. 

Maryono adalah orang pertama yang tertabrak mobil putih berlogo BGN (Badan Gizi Nasional).

Kakinya tertancap besi knalpot mobil dan sempat terseret sejauh 4 meter.

“Saya sedang berdiri mengawasi anak-anak yang berbaris. Saya ada di belakang siswa di dekat pagar. Tiba-tiba brukk suara kenceng mobil nabrak, tidak bisa lagi menghindar,” tutur dia.

“Pasrah saja, Ya Allah Ya Allah. Saya masuk dalam kolong mobil di situ kaki tertancap dan badan bagian belakang luka-luka,” lanjut Maryono.

Di dalam kelas, aktivitas Maryono tetap hati-hati. Ia berdiri di area meja guru saat menjelaskan materi dan sesekali bergerak ke papan tulis. Ia belum berani melakukan aktivitas berat, seperti turun naik tangga, apalagi berkendara sendiri.

Baca juga: Jenguk Korban yang Ditabrak Mobil MBG, Prabowo Elus-elus Tangan Filio: Kamu Kenal Saya?

Kunjungan Kepala BGN ke Sekolah

Di kesempatan itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, salah satu motivasinya berkunjung ke sekolah tersebut adalah untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada para korban yang tertabrak dalam insiden itu.

Menurut Dadan, guru tersebut sebenarnya masih dalam masa pemulihan.

Namun Maryono memilih kembali ke sekolah lebih cepat karena merasa lebih nyaman bertemu siswa.

“Salah satu motivasi saya datang ke SD ini adalah untuk bertemu langsung dengan mereka yang menjadi korban, termasuk bapak gurunya. Bapak guru Maryono seharusnya masih istirahat. Beliau dua minggu di rumah merasa bosan dan justru lebih senang berada di tengah-tengah siswa. Jadi motivasinya luar biasa,” ujarnya.

Di akhir perjumpaan dengan Maryono, Dadan tampak memberikan semangat.

“Pak semoga tetap semangat mengajarnya,” kata Dadan sambil berjabat tangan.

Meski masih terbatas secara fisik, Maryono tetap semangat mengajar.

Kehadirannya di kelas menjadi dedikasi seorang guru untuk pendidikan dan murid-muridnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved