Senin, 18 Mei 2026

Terapis Spa Tewas di Bekasi Soroti Kekerasan dalam Relasi Personal, Polisi Tunggu Hasil Forensik

Kasus tewasnya terapis spa di Bekasi diselidiki polisi. Dugaan tindakan pelaku usai kejadian masih menunggu hasil forensik.  

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
TUNGGU HASIL FORENSIK - Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, Kecamatan Medan Satria, Senin (12/1/2026). Sampai saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tewasnya SM (23), seorang terapis spa yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Bekasi Selatan, Kota Bekasi 

Ringkasan Berita:
  • Kasus tewasnya seorang terapis spa di Bekasi Selatan masih dalam penyelidikan polisi dan menjadi perhatian publik. 
  • Penyidik mendalami rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tindakan membahayakan diri yang dilakukan pelaku setelah kejadian. 
  • Sejumlah temuan di lokasi kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan kronologi kasus.

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kasus tewasnya seorang terapis spa di Bekasi Selatan kembali menyoroti risiko kekerasan dalam hubungan personal.

Polisi masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk dugaan percobaan bunuh diri oleh pelaku setelah kejadian.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tewasnya SM (23), seorang terapis spa yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sejumlah temuan di lokasi kejadian tengah diuji secara forensik untuk memastikan keterkaitannya dengan pelaku maupun korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar korban yang kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami menunggu hasil uji forensik untuk memastikan temuan-temuan tersebut,” ujar Braiel saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Anaknya Jadi Korban Pembunuhan, Politisi PKS: Kalau Harus Hukuman mati, Laksanakan

Polisi juga mendalami dugaan bahwa pelaku AH (29), yang diketahui memiliki hubungan personal dengan korban, sempat melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri setelah kejadian.

Dugaan tersebut didasarkan pada temuan di lokasi yang kini masih dalam proses verifikasi ilmiah.

“Semua masih kami pastikan melalui hasil orensik. Kami belum bisa menyimpulkan sebelum hasil tersebut keluar,” kata Braiel.

Hasil forensik adalah kesimpulan dari analisis ilmiah terhadap bukti fisik atau digital (seperti DNA, sidik jari, balistik, dokumen, data elektronik) untuk mengungkap fakta dalam suatu kasus, sering kali untuk menentukan penyebab kematian (otopsi) atau identitas pelaku kejahatan.

Laporan ini mencakup temuan dari pemeriksaan luar/dalam jenazah (luka, memar, organ), analisis toksikologi (racun), hingga analisis dokumen dan data digital, yang semuanya bertujuan memberikan kebenaran materiil untuk proses hukum. 

Diberitakan sebelumnya, jenazah korban sendiri pertama kali ditemukan pada Rabu (7/1/2026) malam di kamar indekosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. 

Penemuan tersebut bermula ketika korban tidak dapat dihubungi sejak siang hari.

Seorang anggota keluarga korban kemudian mendatangi lokasi indekos atas permintaan ibu kandung korban.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved