Tiang Monorel Jakarta Dibongkar Hari Ini, Pramono Bantah Biaya Pembongkaran Rp100 M
Sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dibongkar mulai hari ini.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dibongkar mulai hari ini, Rabu, (14/1/2025).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memohon dukungan supaya proses pembongkaran berjalan dengan lancar.
“Mohon doanya, mudah-mudahan berjalan lancar,” kata Pramono di Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, (13/1/2026), dikutip dari Tribun Jakarta.
Pramono membantah informasi bahwa Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana Rp100 miliar untuk pembongkaran 98 tiang monorel. Dia mengklaim dana sebanyak itu bukan hanya untuk pembongkaran,
Menurut dia, biaya pembongkaran tiang monorel jauh lebih murah. Politikus PDIP itu berujar anggaran pembongkaran sudah dihitung rinci dan nilainya tak sampai miliaran rupiah.
“Jadi yang pertama, anggaran untuk membongkar saja itu Rp254 juta,” ujar Pramono.
“Yang Rp100 miliar itu adalah anggaran yang mengatur pedestrian, jalan, taman, selama satu tahun penuh,” ujarnya.
Pramono menyampaikan penataan tersebut bertujuan untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Sehingga dengan demikian, itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan Jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh."
Kemudian, Pramono memastikan pembongkaran akan tetap dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, Pemprov DKI sudah sejak lama menyurati PT Adhi Karya selaku pemiliki tiang monorel agar segera membongkarnya. Akan tetapi, tiang tak kunjung dibongkar.
Baca juga: Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta: Rekayasa Lalu Lintas, Pakai APBD Rp100 Miliar
Rekayasa lalu lintas
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyampaikan selama pembongkaran tiang monorel, tidak ada penutupan jalan sehingga kendaraan masih bisa melintas.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas akan dilakukan dengan mengalihkan kendaraan dari lajur lambat ke cepat selama pembongkaran tiang monorel.
Dishub DKI Jakarta juga memastikan pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari, yakni untuk meminimalisasi potensi kepadatan lalu lintas.
"Di sana kan ada dua lajur, lambat dan cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi lajur lambat. Sementara lajur cepat itu tetap berfungsi," kata Syafrin, sebagaimana diberitakan Kompas.com.
"Otomatis pembongkarannya malam hari. Window times-nya itu."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rencana-Pemprov-DKI-Bongkar-Tiang-Monorel-Mangkrak_20251016_082806.jpg)