Dilema Ojol di Tengah Banjir Jakarta: Naik Truk dan Ganti Motor Meski Argo Tipis
Banjir Jakarta memaksa pengemudi ojol naik truk, ganti motor, tetap narik meski argo tipis. Kisah perjuangan nyata di tengah genangan.
Ringkasan Berita:
- Banjir Kelapa Gading bikin ojol hadapi risiko tinggi sehari-hari.
- Motor ditinggal, pesanan tetap diantar demi performa akun.
- Argo tipis, penghasilan kecil tapi perjuangan tidak berhenti.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Banjir yang merendam kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak hanya melumpuhkan lalu lintas, tetapi juga menghadirkan dilema berat bagi para pengemudi ojek online (ojol).
Di tengah genangan setinggi 30–60 sentimeter, mereka tetap berjibaku menyelesaikan pesanan, meski argo yang diterima jauh dari sepadan dengan risiko yang dihadapi.
Strategi Bertahan Ojol
Pantauan Tribunnews.com di Jalan Boulevard Baru Raya, Kelapa Gading, Minggu (18/1/2026), memperlihatkan sejumlah pengemudi ojol mengambil langkah tidak biasa.
Ada yang menitipkan sepeda motornya di lokasi aman, lalu menumpang mobil truk untuk mengantarkan pesanan ke kawasan Mall of Indonesia (MOI).
"Ya mau engga mau tetap diantar. Namanya pengiriman kan? Saya kira udah engga parah banjirnya," ungkap Fandi, salah satu pengemudi ojol.
"Jadi motor saya tinggal di sini, saya ke arah MOI numpang mobil truk angkutan," tambahnya.
Selain itu, beberapa pengemudi menumpang ke motor pengemudi lain, terutama motor listrik, yang lebih aman melewati genangan. Ada pula yang mengganti jenis kendaraan dari motor matic ke motor bebek agar lebih tangguh di tengah banjir.
"Saya biasanya pake Beat. Ini saya pakai Supra buat kalau banjir. Sengaja saya beli karena buat lewat banjir lebih aman," kata pengemudi lain yang hendak mengantar pesanan ke Mall Kelapa Gading.
Baca juga: “Jalan Dulu Ya Pak” — Pamitan Terakhir Deden Maulana Sebelum Pesawat ATR Hilang
Risiko dan Dilema Ekonomi
Kondisi ini memperberat pengemudi karena tarif rendah. Risiko banjir, potensi mogok atau kerusakan kendaraan, hingga keselamatan pribadi tetap dihadapi demi penghasilan dan performa akun.
"Ya mau engga mau sih kalau udah begini. Kita kan butuh duit, keluarga juga butuh makan. Harus tetep narik walaupun banjir begini," kata seorang pengemudi yang enggan disebutkan namanya.
"Belum lagi potongan aplikator. Argo nganter paling cuma berapa, kalau motor mogok kan kita boncos," keluhnya.
Di tengah genangan dan risiko, pengemudi ojol tetap bergerak, saling membantu, dan menunjukkan kreativitas untuk menyelesaikan tugas. Kisah mereka adalah potret perjuangan manusiawi di tengah Jakarta yang tergenang banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengemudi-ojol-genangan-air-banjir-di-Jalan-Boulevard-Baru-Raya-Kelapa-Gading.jpg)