Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
Orangtua Pramugari Esther Bertolak dari Bogor ke Makassar, Ambil Sampel DNA di RS Bhayangkara
Esther Aprilita adalah warga Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menjadi pramugari pesawat ATR 42-500.
Saat ditemui Tribun Timur, Adi Saputra berharap putri sulungnya itu dapat segera ditemukan dan kembali bersama keluarga.
Adi menyebutkan, komunikasi terakhir dengan Esther Aprilita terjadi pada Jumat malam, sebelum insiden kecelakaan pesawat.
“Terakhir komunikasi itu Jumat malam,” ujar Adi.
Menurut Adi, Ester saat itu sedang menjalani status standby di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
“Dia standby di Halim. Kalau rute kita nggak tahu, biasanya dari Halim ke Jogja,” jelasnya.
Baca juga: Cuaca Buruk, Tim SAR Siapkan 2 Skenario Evakuasi Korban dan Puing Pesawat ATR 42-500
Adi mengatakan, dirinya sudah berada di Makassar selama dua hari menunggu perkembangan pencarian.
Ia mengenang Ester sebagai sosok anak yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarga.
“Dia orangnya baik,” ucapnya singkat.
Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.
“Enam jalan ke tujuh tahun,” kata Adi.
Adi juga mengungkapkan adanya pesan tak biasa dari putrinya saat komunikasi terakhir.
Menurutnya, Ester sempat meminta maaf, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya.
“Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak keluarga masih berharap seluruh korban kecelakaan pesawat dapat ditemukan.
“Kita berharap semuanya ditemukan,” ujar Adi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KORBAN-PESAWAT-JATUH-Adi-Saputra-ayah-dari-pramugari-pesawat-ATR-42-500.jpg)