Senin, 18 Mei 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Momen Haru Anak Korban Pesawat ATR 42-500 Bacakan Puisi di Upacara Pelepasan Jenazah

Puisi haru Rafi, anak korban Ferry Irawan, warnai pelepasan jenazah korban pesawat ATR 42-500.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
KECELAKAAN PESAWAT - Rafi Pratama Irawan, anak korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Ferry Irawan menangis saat membacakan puisi dalam upacara penghormatan dan pelepasan 3 jenazah di Auditorium Madidihang Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

Ringkasan Berita:
  • Suasana pelepasan jenazah korban pesawat ATR 42-500 di Auditorium AUP Jakarta penuh haru. 
  • Rafi Pratama Irawan, putra Ferry Irawan, membacakan puisi perpisahan yang membuat keluarga dan hadirin menangis.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rafi Pratama Irawan, anak dari pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ferry Irawan yang menjadi korban tewas kecelakaan pesawat ATR 42-500 membuat suasana pelepasan jenazah semakin haru. 

Puisi yang ia bacakan di Auditorium Madidihang Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (25/1/2026) semakin membuat pecah tangisan keluarga korban. 

Saat itu, Rafi berdiri di sudut kiri peti jenazah ayahnya bersama dua korban lainnya yakni pilot pesawat, Kapten Andy Dahananto dan pegawai KKP, Yoga Naufal. 

Sesekali terlihat Rafi yang mengenakan baju muslim gamis berwarna putih dan kopiah hitam itu melihat ke arah foto dan mengelap air mata yang sudah tak terbendung. 

Dengan suara bergetar, Rafi masih berusaha kuat dan tegar membacakan puisi berjudul "Selamat Jalan Papahku Tercinta". 

Berikut puisi yang dibacakan Rafi sebelum melepas jenazah ayahnya untuk dimakamkan: 

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izinkan saya membacakan puisi berjudul selamat jalan papah ku tercinta. 

Papah, 

Aku percaya ini adalah takdir yang terbaik dari Allah Swt. Papa dipanggil saat sedang mengabdi menjalankan tugas negara melakukan sumber daya kelautan dan perikanan. 

InsyaAllah papah wafat dalam keadaan sahid husnul khotimah. 

Ya Allah ampunilah dosa papahkuh, terimalah amal dan ibadahnya, lapangkan kuburnya dan tempat ia disisimu bersama orang-orang yang soleh 

Papah, aku masih kecil, tapi papah telah mengajarkan ku tauladan yang besar tentang keikhlasan tentang keberanian dan tentang menyerahkan segala hanya kepada Allah SWT. 

Aku berjanji pah, aku akan menjaga salatku, menjadi anak yang baik, anak yang sholeh dan aku akan menjaga mamah dan sayang dengan adik Radin 

Papah jika hari ini aku menangis itu bukan karena marah kepada takdir.

Tapi karena aku sangat mencintai Papah. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved