Rabu, 15 April 2026

Banjir di Jakarta

Jakarta Lumpuh: 23 Ruas Jalan Tergenang, Polisi Manualkan Lampu Merah

Jakarta lumpuh diguyur hujan: 80 RT terendam, 23 jalan macet, motor mogok, polisi manualkan lampu merah…

Penulis: Reynas Abdila
X @TMCPoldaMetro
KEMACETAN SAAT BANJIR - Petugas mengatur arus kendaraan di tengah banjir di Jalan DI Panjaitan, depan Wika Tower arah Kebon Nanas, Jakarta Timur, Kamis petang (22/1/2026). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan sistem buka-tutup arus dan mengoperasikan lampu merah secara manual di Kuningan dan Cawang guna mengurai kemacetan akibat genangan. 

Ringkasan Berita:
  • Motor mogok massal, warga teriak kecewa di tengah banjir.
  • Polisi terpaksa manualkan lampu merah demi atur arus.
  • Istana minta maaf, publik tunggu solusi jangka panjang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hujan deras sepanjang Kamis (22/1/2026) membuat Jakarta lumpuh. Sebanyak 80 RT dan 23 ruas jalan tergenang air, arus lalu lintas macet parah, hingga polisi terpaksa mengoperasikan lampu merah secara manual di titik-titik terpadat.

Namun, di balik angka-angka itu, potret nyata di lapangan memperlihatkan betapa rapuhnya infrastruktur ibu kota menghadapi hujan sehari.

80 RT dan 23 Jalan Tergenang

  • RT terdampak: 80 RT di Jakarta Selatan, Barat, dan Timur
  • Ruas jalan tergenang: 23 titik strategis
  • Ketinggian air: 30–110 cm
  • Fasilitas publik: sekolah, rumah ibadah, dan akses jalan ikut terendam

BPBD DKI mencatat genangan disebabkan curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung.

Titik Terparah

  • Jakarta Selatan: Pela Mampang (90 cm), Petogogan (26 RT terendam 30–40 cm)
  • Jakarta Barat: Sukabumi Selatan (110 cm), Daan Mogot KM 13 (50–60 cm), Joglo (50 cm)
  • Jakarta Timur: Rawa Terate (90 cm), Bidara Cina & Kampung Melayu (30–60 cm)

Pantauan di lokasi, kemacetan parah melumpuhkan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Kamis malam (22/1/2026).

Genangan setinggi 60 cm merendam kawasan Taman Kota hingga Samsat Jakarta Barat. 

Banyak pengendara terpaksa menuntun motor yang mogok atau melawan arah di jalur bus Transjakarta.

“Untuk yang di seberang Vittoria KM 13,5, informasi dari Satgas SDA tidak bisa dilakukan penyedotan karena tidak ada tempat buang airnya,” ujar Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni.

Hendra dan Sandi, dua pengendara yang motornya mogok, meluapkan kekecewaan:

“Kerja capek-capek cuma bayar bengkel, pemerintah ke mana saja?” kata Hendra, dikutip Kompas.com.

Baca juga: Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Pasca-Banjir Sumatra, Tapi Masih Beroperasi: Tidak Jadi Soal

Lalu Lintas Lumpuh

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyebut kepadatan luar biasa terjadi di Jalan DI Panjaitan, Cawang, arah utara.

Polisi memberlakukan sistem buka-tutup arus dan manualisasi lampu merah atau traffic light di Kuningan dan Cawang untuk menarik ekor kemacetan.

"Ruas saat ini terjadi kepadatan yang cukup luar biasa," ujar Kombes Komarudin, Kamis (22/1/2026).

Genangan juga menahan arus di Pancoran, Semanggi, Mampang, hingga Kemang. Jalan Jenderal Sudirman dari arah Blok M ke timur ikut terhambat.

Istana Minta Maaf

Istana Kepresidenan RI melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permintaan maaf atas banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah ibu kota dalam dua hari terakhir.

“Tentunya kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan di Ibu Kota,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved