Kamis, 21 Mei 2026

Driver Ojol Diduga Dianiaya di Kembangan, Korban Laporkan Pelaku ke Polisi

Driver ojol diduga dianiaya di Kembangan, korban lapor polisi, terduga pelaku anggota Mabes TNI.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pengemudi ojek online diduga dianiaya saat mengantar penumpang di Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat.

Terkait peristiwa tersebut, polisi melakukan penyelidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Polsek Kembangan telah menerima laporan dari korban pada Kamis (5/2/2026) dini hari.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/080/II/2026/POLSEK KEMBANGAN/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA.

“Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,” kata Budi kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan, proses penyelidikan masih berjalan.

Terkait informasi mengenai terduga pelaku, hal itu masih didalami oleh penyidik.

“Penanganan perkara saat ini masih berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, korban Hasan (26) menuturkan, awalnya ia menerima order dari Jalan Mawar, Srengseng menuju Jalan Cilebar.

Namun, setibanya di lokasi, penumpang menyebut alamat tujuan bukan di tempat tersebut.

Penumpang kemudian menunjukkan share location dari seseorang yang disebut sebagai anggota. 

Lokasi tersebut mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara.

“Dari titik tujuan yang di aplikasi Grab dengan tujuan aslinya bedanya hampir dua kilometer,” kata Hasan kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Hasan lalu meminta penumpang menghubungi pemilik rumah.

Sambungan telepon diberikan kepada Hasan, namun pria di seberang telepon justru berbicara dengan nada kasar.

“Saya cuma nanya alamat, tapi dia malah marah-marah,” ujar Hasan.

Meski ragu, Hasan tetap mengantar penumpang ke lokasi yang dimaksud karena sudah malam dan penumpang mengaku tidak mengetahui jalan. 

Setibanya di depan rumah, anak dari pria yang ditelepon sudah menunggu dan langsung menegur Hasan dengan nada menantang. 

Adu mulut pun terjadi hingga motor Hasan ditendang.

“Sempat cekcok mulut di situ. Akhirnya dia menendang motor saya. Saya tidak terima, lalu saya dorong. Dia memukul saya, saya balas memukul. Setelah itu bapaknya datang membawa besi dan memukul kepala saya,” tutur Hasan.

Atas kejadian tersebut, Hasan telah membuat laporan ke Polsek Kembangan dan berharap laporannya dapat ditindaklanjuti.

“Ya semoga ditindaklanjuti. Jangan ada orang-orang yang punya jabatan bisa bertindak seenaknya,” tegasnya.

Baca juga: Asintel Danpaspampres Angkat Bicara Soal Kasus Penganiayaan Ojol: Pelakunya Anggota Denma Mabes TNI

 

Klarifikasi

Beredar kabar di pelaku terduga pelaku merupakan anggota Paspampres. 

Merespons hal itu Asisten Intelijen Komandan Paspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi menyampaikan klarifikasi terkait kabar yang menyebut terduga pelaku merupakan anggota Paspampres. 

Menurutnya, terduga pelaku bukan anggota Paspampres.

“Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, melainkan anggota Mabes TNI, Denma,” kata Junaidi kepada wartawan.

Ia menegaskan, kasus tersebut ditangani oleh Mabes TNI.

“Sudah kami klarifikasi, terduga pelaku adalah Kapten Cpm Antoni, anggota Denma Mabes,” ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved