Senin, 13 April 2026

Aksi Reformasi Polri

Kapolda Metro Ingatkan Personel yang Bertugas Kawal Jangan Terpancing Emosi

Kapolda Metro Jaya instruksikan pengamanan humanis! 3.992 personel siaga kawal demo mahasiswa di Mabes Polri hari ini. Jaga emosi & tertib!  

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Reynas Abdila
DEMO MAHASISWA -Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan arahan kepada ribuan personel yang akan bertugas mengawal aksi penyampaian pendapat dari elemen mahasiswa di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026). (Tribunnews.com) 
Ringkasan Berita:
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menginstruksikan 3.992 personel untuk mengawal demonstrasi mahasiswa di Mabes Polri secara humanis dan sabar 
  • Personel diminta mengendalikan emosi, mendokumentasikan seluruh gerakan massa, serta melakukan pengamanan terukur terhadap peserta yang membawa benda berbahaya 
  • Polri menegaskan komitmen menjaga hak konstitusional penyampaian pendapat sambil memastikan aktivitas masyarakat di bulan Ramadan tetap kondusif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan arahan kepada ribuan personel yang akan bertugas mengawal aksi penyampaian pendapat dari elemen mahasiswa di Mabes Polri.

Arahan tersebut disampaikan menjelang orasi elemen mahasiswa menutut kematian Arianto Tawakkal di Lapangan Bhayangkara Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

"Saya tekankan, ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum melaksanakan pelayanan unjuk rasa pada hari ini," kata Kapolda Metro.

Irjen Asep menegaskan pengamanan dan pelayanan unjuk rasa wajib berjalan aman, tertib, dan terkendali tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. 

"Kita jaga, kita layani ketertiban ini, kita jaga marwah institusi, dan kita jaga kepentingan masyarakat," jelasnya.

Kemudian personel yang bertugas agar dapat mengendalikan diri.

Baca juga: Polisi Antisipasi Penumpang Gelap yang Tunggangi Aksi Demo Mahasiswa di Mabes Polri

Tugas pengamanan harus dilakukan secara humanis, sabar, dan terukur.

"Saya minta semuanya jangan mudah terpancing emosi. Jelas?!" ucap Kapolda Metro.

"Siap! Jelas!" jawab pasukan kompak.

Penegakan hukum adalah langkah terakhir sehingga jangan dimaknai terbalik reaktif dan jangan emosional.

Irjen Asep mengingatkan personel intelijen wajib mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang digunakan, serta kendaraan yang dipakai. 


"Saya minta dokumentasikan seluruh narasi di lapangan, baik gerakan maupun tulisan, dan laporkan segera kepada pimpinan melalui jalur komando, deteksi dan dokumentasi adalah kunci pencegahan," tukasnya.

Sementara untuk personel Reserse (Reskrim) apabila menemukan peserta membawa alat berbahaya, amankan sedini mungkin. 

Selanjutnya, dokumentasikan dan lakukan dengan prosedur yang benar. 

Saya tekankan Jangan bergerak sendiri-sendiri! Bergeraklah dalam tim, dalam ikatan satuan, dan jangan sampai terlepas dari kelompoknya serta mengamankan yang diduga membawa barang berbahaya dengan sebaik-baiknya," kata Irjen Asep.

"Tidak melakukan tindakan yang berlebihan atau menyalahi aturan," pungkas mantan Wakabareskrim Polri tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menuturkan sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran. 

Baca juga: Usman Hamid Soroti Demo di DIY: Ormas Tidak Boleh Tindak Demonstran, Untuk Apa Ada Polisi?

Pelibatan personel ini dilakukan untuk memastikan aksi berjalan tertib sekaligus menjaga agar aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan suci Ramadan.

Kombes Budi menambahkan bahwa Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan humanis dan memperhatikan hak asasi manusia. 

Ia menegaskan, polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pelindung kemanusiaan. 

“Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Dalam pelaksanaan tugas, kami mengedepankan pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum secara humanis,” ujarnya.

Menurutnya, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan pusat aktivitas masyarakat dan jalur lalu lintas utama.

KORBAN BENTROK WARGA - Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menjadi korban bentrokan pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku pada Selasa (24/2/2026) petang.
KORBAN BENTROK WARGA - Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menjadi korban bentrokan pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku pada Selasa (24/2/2026) petang. (HO/IST/dok. Polres Tual)

Penempatan ini bertujuan agar hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu kepentingan umum.

"Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang dan kami menjamin itu. Namun, kami juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi,” kata Budi.

Kepada peserta aksi, polisi meminta agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tertib, serta tetap menjaga norma, etika, dan nilai toleransi selama Ramadan. 

"Penyampaian pendapat silakan dilakukan dengan damai dan tertib. Kami akan melayani dan mengawal agar seluruh kegiatan, baik aksi maupun aktivitas masyarakat, dapat berjalan berdampingan secara aman dan kondusif,” tuturnya.

Sejumlah elemen mahasiswa akan menggelar aksi demo atau unjuk rasa menuntut kematian Arianto Tawakkal (AT) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
 
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah membagikan flyer aksi tersebut di akun medsosnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved