Habis Lecehkan Penumpang Malah Ajak Salaman, Pria di KRL Ini Diciduk Berkat CCTV Analytic
Pria yang dengan berani mengakui perbuatannya kepada korban tersebut berhasil diamankan di Stasiun Bojonggede
Ringkasan Berita:
- Pelaku pelecehan seksual di gerbong KRL berhasil ditangkap di Stasiun Bojonggede berkat sistem CCTV Analytic milik KAI Commuter.
- Penangkapan dilakukan setelah korban melapor dan sistem keamanan mendeteksi wajah pelaku saat kembali memasuki area stasiun.
- Pelaku kini diserahkan ke Polres Depok untuk proses hukum, sementara korban mendapat pendampingan hukum dan psikologis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelarian pelaku pelecehan seksual di dalam gerbong Commuter Line (KRL) yang sempat viral di media sosial berakhir di tangan petugas.
Pria yang dengan berani mengakui perbuatannya kepada korban tersebut berhasil diamankan di Stasiun Bojonggede berkat kecanggihan teknologi CCTV Analytic.
Aksi pelaku sebelumnya memicu kemarahan warganet setelah video klarifikasi korban beredar luas di TikTok.
Dalam video tersebut, korban menceritakan momen mengerikan sekaligus aneh saat pelaku justru bertanya apakah korban marah setelah dilecehkan.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan penangkapan ini bermula dari laporan korban, Minggu (22/2/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, KAI Commuter memasukkan ciri-ciri pelaku ke dalam database sistem keamanan mereka.
Sistem CCTV Analytic milik KAI Commuter memberikan notifikasi otomatis saat wajah pelaku terdeteksi kembali memasuki area stasiun, Jumat (27/2/2026).
“Petugas terkait langsung melakukan koordinasi di lapangan untuk segera mengamankan pelaku tersebut dan membawanya ke Stasiun Bojonggede untuk dilakukan pemeriksaan awal,” ujar Leza dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Kronologis
Peristiwa ini terjadi saat korban dalam perjalanan rute Manggarai menuju Bogor. Korban menceritakan pelaku sangat berani dan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun setelah melakukan aksi tidak terpuji tersebut.
"Dia bilang gini ke saya, 'Mbak tadi saya gesekin kelamin saya ke mbaknya, mbaknya marah nggak ya?'" ujar korban menirukan ucapan pelaku dengan nada bergetar.
Korban mengaku sempat bingung membedakan antara gesekan tas dengan tindakan pelaku karena posisi tas pelaku yang sengaja diselempangkan ke depan. Namun, keraguannya terjawab saat pelaku secara terang-terangan mengaku.
Baca juga: Hendra Basir Bantah Tuduhan Pelecehan: Akui Hanya Pernah Peluk dan Cium Kening Saat Atlet Terpukul
"Malah ngakuin! Terus habis itu dia bilang kayak gini, 'Mbaknya marah nggak ya?' Ya marahlah! Saya gituin kan. Terus dia bilang, 'Ya sudah deh Mbak, salaman aja.' Lho, kok salaman? Nggak usah Pak, orang Bapak habis ngelecehin saya ngapain salaman?" tutur korban dalam kesaksiannya.
Selain tindakan pelaku, korban juga mengungkap rasa kecewanya terhadap sikap penumpang lain di dalam gerbong yang bersikap apatis.
Meski korban sudah memberikan kode dan berbicara dengan nada tinggi kepada pelaku, tidak ada satu pun orang yang menolongnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-13112020.jpg)