WED 2026 Bakal Digelar di Jakarta, Gubernur Pramono Sambut Delegasi 32 Negara
Persatuan Insinyur Indonesia ditunjuk World Federation of Engineering Organizations sebagai tuan rumah World Engineering Day di Jakarta
Ringkasan Berita:
- Persatuan Insinyur Indonesia ditunjuk World Federation of Engineering Organizations sebagai tuan rumah World Engineering Day di Jakarta, 3–5 Maret 2026.
- Ajang ini diikuti 600 peserta dari 32 negara dan menegaskan peran Indonesia dalam diplomasi teknik global.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Persatuan Insinyur Indonesia (Persatuan Insinyur Indonesia/PII) resmi mendapat mandat dari World Federation of Engineering Organizations (World Federation of Engineering Organizations/WFEO) di bawah naungan UNESCO untuk menjadi tuan rumah perayaan World Engineering Day (WED) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 3–5 Maret 2026.
Penunjukan ini menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang dipercaya menjadi host WED sejak peringatan Hari Insinyur Sedunia tersebut pertama kali digelar pada 2020.
Sebanyak 600 peserta dari 32 negara dijadwalkan hadir dalam WED 2026 di Jakarta.
Para delegasi internasional tersebut akan disambut secara khusus oleh Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung melalui Welcoming Reception berupa Buka Puasa Bersama di Balai Agung, Kompleks Balaikota Jakarta, pada Selasa (3/3/2026).
“Kedatangan delegasi dari 32 negara peserta World Engineering Day 2026 akan disambut dengan Welcoming Reception berupa Buka Puasa Bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Agung, Balaikota Jakarta,” ujar Sekretaris Jenderal PII Teguh Haryono kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung telah menerima jajaran Pengurus Pusat PII untuk membahas kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah WED 2026.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Ketua Umum PII Agus Taufik Mulyono, Direktur Eksekutif PII Santhi H. Serad, Ketua Steering Committee WED 2026 Dandung Sri Harninto, serta Ketua Organizing Committee WED 2026 Priyatno Bambang Hernowo.
Dalam pertemuan tersebut, PII menjelaskan bahwa World Engineering Day diperingati setiap 4 Maret, berdasarkan keputusan UNESCO General Conference pada 25 November 2019 atas usulan WFEO.
"Untuk peringatan WED 2026, WFEO dan UNESCO memandatkan PII sebagai tuan rumah. Ini menjadi kebanggaan karena Indonesia adalah negara pertama di Asia Pasifik yang dipercaya menyelenggarakan perayaan ini,” kata Teguh.
WED 2026 mengusung tema “Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization.”Tema ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan Jakarta sebagai kota global.
“Gubernur Pramono Anung menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan WED 2026.
Tema tersebut sesuai dengan praktik pembangunan Jakarta yang telah menerapkan smart engineering, inovasi, dan digitalisasi, seperti smart city dan transportasi massal berbasis bus listrik,” ujar Teguh.
Pramono juga menyatakan kesediaannya memberikan sambutan langsung dalam acara penyambutan delegasi internasional, sekaligus memperkenalkan Jakarta sebagai kota global yang mengedepankan prinsip keberlanjutan berbasis teknologi.
Perayaan WED 2026 akan dibuka secara resmi pada Rabu (4/3/2026) di Balai Kartini, Jakarta, dengan sambutan dari Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie, Director Kantor UNESCO Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa, serta Presiden WFEO Seng Chuan Tan.
Sejumlah agenda strategis akan mewarnai WED 2026, termasuk high-level panel yang membahas implementasi inovasi teknik, smart engineering untuk masa depan berkelanjutan, hingga tren global kecerdasan buatan (AI) dalam aplikasi keteknikan.
Acara ini juga akan menghadirkan penganugerahan WFEO Hackathon Award serta diskusi teknis mendalam hingga penutupan pada Kamis (5/3/2026).
Dengan kehadiran ratusan insinyur dunia dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jakarta, WED 2026 diproyeksikan menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menegaskan perannya dalam diplomasi teknik global dan pembangunan berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/WED-2026.jpg)