Mudik Lebaran 2026
Kamis Pagi Ini Lalu Lintas Tol Japek KM 57 Ramai Lancar
Kondisi arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 57 terpantau ramai lancar, Kamis (19/3/2026) pagi.
Ringkasan Berita:
- Kondisi arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 57 terpantau ramai lancar, Kamis (19/3/2026) pagi.
- Rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 30 kilometer per jam.
- Petugas kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 57 terpantau ramai lancar, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi hingga pukul 06.45 WIB, arus lalu lintas masih ramai namun lancar.
Rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 30 kilometer per jam.
Baca juga: Daftar 76 Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Jakarta, Jumat 20 Maret 2026
Aliran kendaraan didominasi oleh mobil pribadi.
Petugas kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow.
Pengaturan jalur tambahan ini dilakukan dengan pembatas cone (kerucut lalu lintas) untuk memfasilitasi kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa.
Sementara itu, pada arah sebaliknya menuju Jakarta, jalur tersebut terpantau lengang.
Meski jalur utama secara keseluruhan lancar, hambatan terjadi di titik pintu masuk Rest Area KM 57.
Terpantau antrean kendaraan yang cukup panjang mengular saat memasuki area peristirahatan tersebut.
H-3 Tol Japek Padat
Sehari sebelumnya pada Rabu (18/3/2026) malam atau H-3 Lebaran, arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 57 terpantau padat merayap.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi sekira pukul 21.25 WIB, ribuan kendaraan yang didominasi bus antarkota dan mobil pribadi tampak memenuhi seluruh lajur jalan.
Antrean kendaraan yang mengular panjang tersebut diperkirakan kecepatannya hanya berkisar 10-20 kilometer per jam.
Terlihat barisan lampu rem kendaraan memanjang sejauh mata memandang.
Sementara itu, untuk jalur arah sebaliknya polisi masih memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow.
Sebagian lajur dari arah Cikampek menuju Jakarta digunakan untuk menambah kapasitas jalan bagi kendaraan pemudik arah Tol Trans-Jawa.
Selain itu, kepadatan kendaraan juga tampak terlihat di pintu masuk Rest Area KM 57.
Sejumlah petugas kepolisian tampak masih bersiaga di lokasi.
Puncak Arus Mudik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik dan balik pada lebaran 2026 akan terjadi masing-masing dua gelombang.
Prediksi itu dari survei jajaran Direktorat Lalu Lintas yang dilaksanakan bersama Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.
"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," kata Sigit saat rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK/STIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Macet Parah Arus Mudik 2026, Pengamat Soroti Efektivitas Contraflow dan One Way
Kemudian, setelah periode itu, pemerintah akan menerapkan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret.
Sehingga, Sigit mengatakan diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret 2026.
Kemudian, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret.
"Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tuturnya.
Di sisi lain, antisipasi lonjakan juga disiapkan khususnya pengaturan arus lalu lintas di pelabuhan antara Jawa Timur dan Bali mengingat bergesekan dengan peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
"Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," tukasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.