Sabtu, 11 April 2026

Banjir di Jakarta

Banjir Datang saat Lebaran, Warga Jaktim: Terparah selama 5 Tahun Terakhir

Lebaran di Jaktim berubah jadi duka, banjir hingga selutut warga disebut terparah dalam 5 tahun terakhir.

Ringkasan Berita:
  • Banjir melanda Cilangkap, Jaktim saat Lebaran, air mencapai 30–40 cm.
  • Warga menyebut ini banjir terparah dalam 5 tahun terakhir.
  • Air naik cepat pada malam hari, banyak barang tak sempat diselamatkan.
  • Warga memilih evakuasi keluarga lebih dulu dalam kondisi darurat.
  • Penyebab banjir karena hujan deras dan drainase belum terhubung optimal.

TRIBUNNEWS.COM - Momen Lebaran 2026 yang berbeda dirasakan oleh warga Jakarta Timur.

Lebaran yang identik dengan canda dan tawa bertemu keluarga berubah jadi kepanikan setelah air tiba-tiba naik dan membanjiri Jl Artha Kencana, Gang Mukhtar, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Bahkan, air meluap hingga 30-40 sentimeter pada Sabtu (21/3/2026) malam.

Warga sekitar, Seno Haryanto (37) mengatakan, banjir kali ii merupakan yang terparah selama 5 tahun ia tinggal di Kawasan tersebut.

"Selama saya tinggal di sini, baru dua kali banjir, ini yang paling parah," kata Seno ditemui WartakotaLive.com, Minggu (22/3/2026).

Ia menuturkan, selama lima tahun ia tinggal di Kawasan tersebut, banjir paling tinggi hanya sampai mata kaki.

Namun, kali ini banjir mencapai selutut orang dewasa.

Bahkan, air cepat naik pada malam hari hingga merendam seluruh isi rumah tanpa sempat diselamatkan.

"Semalam hampir sedengkul, air masuk semua, habis semua barang-barang," katanya.

Ia pun memilih menyelamatkan keluarganya terlebih dahulu dalam kondisi darurat Sabtu malam kemarin.

"Enggak sempat evakuasi barang, selamatin diri aja dulu, urusan rumah belakangan," tuturnya.

Baca juga: 10 RW di Ciracas Jaktim Terendam Banjir, Dipicu Kiriman Air dari Depok

Seno pun merasa sedih, pasalnya banjir melanda saat momen hari Lebaran tiba.

"Rasanya sedih banget, habis Lebaran dikasih musibah ini, buat kenangan seumur hidup," katanya lirih.

Penyebab Banjir

Terpisah, Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Cipayung, Dian Kartika mengatakan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang lebat dengan durasi cukup lama pada Sabtu malam.

Meski begitu, Waduk Giri Kencana dan Batu Licin yang berfungsi sebagai pengendali banjir yang telah beroperasi tak mampu menahan air karena system drainase di Kawasan permukiman belum sepenuhnya optimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved