Libur lebaran 2026
Kisah Arief Hardiman, Keeper Jerapah di Ragunan: Suka Duka Merawat Satwa Tertinggi di Darat
Arief Hardiman, keeper jerapah Ragunan, berbagi suka duka merawat satwa ramah asal Afrika Selatan.
“Kadang ada yang bawa wortel atau memancing pakai daun, tapi kita langsung beri informasi. Untungnya tidak sampai dimakan (oleh jerapah),” katanya.
Saat ini, terdapat tiga ekor jerapah di Ragunan, yaitu Dirga dan Yuri yang merupakan pasangan berusia sekitar 11 tahun, serta anak mereka, Rajaka.
“Jerapah di sini ada tiga ekor, Dirga dan Yuri itu sepasang, umurnya kurang lebih 11 tahun, dan yang paling kecil Rajaka, itu anaknya,” ucapnya.
Untuk mendekatkan pengunjung dengan satwa, Ragunan rutin mengadakan program edukasi seperti feeding time dan keeper talk, terutama pada akhir pekan dan libur hari raya.
“Biasanya di hari Minggu atau hari besar kita ada feeding time dan keeper talk, tujuannya untuk edukasi pengunjung tentang jerapah,” ujarnya.
Dari segi pakan, jerapah di Ragunan diberi makanan berupa daun-daunan, wortel, serta tambahan protein berupa pelet.
“Seperti biasa jerapah makan daun-daunan, wortel, dan tambahan proteinnya pelet,” ujarnya.
Arief juga menjelaskan bahwa jerapah di Ragunan berasal dari Afrika Selatan, yang merupakan salah satu dari beberapa jenis jerapah di dunia.
“Jenis jerapah di sini dari Afrika Selatan. Sebenarnya ada banyak jenis jerapah, sekitar sembilan jenis,” ucapnya.
Secara fisik, Arief menjelaskan, jerapah jantan dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 6 hingga 7 meter, sementara betina berkisar antara 5 hingga 6 meter.
“Untuk jantan bisa sampai 6 sampai 7 meter, dan betina sekitar 5 sampai 6 meter,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Keeper-jerapah-di-Taman-Margasatwa-Ragunan.jpg)