SPBE Cimuning Bekasi Kebakaran
Suyadi, Sekuriti SPBE Cimuning Bekasi Meninggal Setelah 4 Hari Jalani Perawatan Intensif
Suyadi, sekuriti Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi meninggal dunia.
Ringkasan Berita:
- Suyadi, sekuriti SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi meninggal dunia.
- Suyadi adalah satu dari 22 korban kebakaran SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) lalu.
- Suyadi yang mengalami luka bakar 90 persen meninggal tiga hari pasca kejadian.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Suyadi, sekuriti Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi meninggal dunia setelah 4 hari menjalani perawatan intensif, Minggu (5/4/2026).
Suyadi adalah satu dari 22 korban kebakaran SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) lalu.
Baca juga: 5 Fakta Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 17 Orang Terluka, Pertamina Minta Maaf
Suyadi yang mengalami luka bakar 90 persen meninggal tiga hari pasca kejadian.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan jenazah korban sudah dikebumikan pada Minggu (5/4/2026) malam.
Keluarga korban nantinya akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.
"Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia adalah security dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sudah lakukan kemarin langsung dikubur tadi malam dan insya Allah akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Bobihoe, Senin (6/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan kondisi korban mengalami luka bakar berkisar 90 persen.
Luka sangat berat dikarenakan saat kejadian, korban berada tidak jauh dengan titik kebakaran.
"Karena memang posisi dia juga memang dekat sekali dengan lokasi kebakaran. Dia kan security, setelah itu memang tingkat keparahan itu kan dia kemarin juga udah 90 persen," jelasnya.
Korban telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Bahkan korban sempat menjalani perawatan intensif di dua fasilitas kesehatan yakni di Uni Medika, lalu dirujuk ke Primaya Timur.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Ya mungkin pengaruh memang luka bakar yang terlalu berat. Usia kan juga sudah 62 tahun," tuturnya.
Saat ditanya penyebab kematian, Satia menegaskan kondisi luka bakar yang sangat parah menjadi faktor utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kesaksian-warga-ledakan-SPBE-Cimuning-bekasi-rabu-malam.jpg)