Kronologi Atap Terminal 3 Bandara Soetta Ambruk Diterjang Hujan Deras, Penumpang Panik
Atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ambruk saat hujan deras, viral di medsos, tanpa korban jiwa.
Terminal terbesar di bandara ini mengusung konsep desain kontemporer yang ramah lingkungan, dipadukan dengan sentuhan budaya lokal.
Dikenal juga sebagai Terminal 3 Ultimate, fasilitas ini menjadi pusat operasional maskapai full service seperti Garuda Indonesia dan Citilink, melayani penerbangan domestik maupun internasional.
Terminal 3 pertama kali diperkenalkan melalui Terminal 3 lama pada 2011, sebelum akhirnya dikembangkan besar-besaran dan resmi beroperasi penuh pada 2016 untuk domestik dan 2017 untuk internasional. Sejak 2019, seluruh penerbangan internasional berangsur dipusatkan di terminal ini.
Dengan luas mencapai lebih dari 422 ribu meter persegi, Terminal 3 mampu menampung hingga 25 juta penumpang per tahun. Fasilitasnya meliputi puluhan gate, ratusan konter check-in, garbarata, hotel bintang empat, hingga area komersial yang luas.
Tak hanya unggul dari sisi kapasitas, terminal ini juga dilengkapi teknologi canggih seperti self check-in, self bag drop, sistem keamanan berbasis CCTV cerdas, hingga pengolahan air ramah lingkungan.
Keunikan Terminal 3 semakin terasa melalui konsep “tropical forest” yang dihadirkan di berbagai sudut terminal. Area pengambilan bagasi, misalnya, menampilkan layar LED raksasa dengan visual alam Indonesia, dipadukan taman vertikal, suara gemericik air, dan kicauan burung.
“(Taman ini) bikin nyaman dan memanjakan mata,” ujar salah satu penumpang.
Konsep hijau ini merupakan bagian dari program beautifikasi yang digagas oleh Angkasa Pura Indonesia. Asisten Deputi Komunikasi dan Legal, M. Holik Muardi, menyebut desain tersebut bertujuan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
“Konsepnya go green, menggambarkan hutan tropis di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Selain itu, Terminal 3 juga dilengkapi area duduk nyaman, spot foto Instagramable, hingga fasilitas transportasi terintegrasi seperti skytrain (kalayang) dan kereta bandara yang menghubungkan ke pusat kota Jakarta.
Dengan berbagai fasilitas dan inovasi tersebut, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini tak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi penumpang layaknya berada di ruang publik modern bernuansa alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Detik-detik-atap-Terminal-3-Bandara-Internasional-Soekarno-Hatta-jebol-saat-hujan-deras.jpg)