Rabu, 3 Juni 2026

Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman

Update Pemalakan di Pesta Pernikahan Tewaskan Ayah Pengantin, Keluarga Harap Pelaku Segera Ditangkap

Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku penganiaya Dadang. Namun pelaku saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun Jabar/Deanza Falevi
KORBAN PENGANIAYAAN - (kiri dan kanan) Suasana di kamar jenazah rumah sakit tempat Dadang, korban penganiayaan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, disemayamkan, Sabtu (4/4/2026) malam. (tengah) Proses pemakaman Dadang berlangsung khidmat di TPU Kampung Cijelar, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Dadang (58), ayah dari pengantin di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tewas dianiaya sekelompok orang, Sabtu (4/4/2026).
  • Polres Purwakarta telah berhasil mengidentifikasi para pelaku.
  • Kini para pelaku diduga berjumlah 10 orang tengah diburu polisi.


TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Asep Rabani, sepupu Dadang (58) mengatakan, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus penganiayaan yang menewaskan Dadang kepada aparat penegak hukum.

Keluarga berharap kasus ini dapat segera diungkap dan para pelaku ditangkap.

"Kami serahkan semuanya kepada pihak berwenang. Harapan kami tentu pelakunya bisa segera tertangkap dan kasus ini ditangani dengan baik," kata Asep  kepada wartawan di lokasi pemakaman, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Detik-detik Dadang Tewas Dianiaya saat Pesta Pernikahan Anaknya, Sempat Dipalak Rp 500 Ribu

Jenazah Dadang dimakamkan di TPU Kampung Cijelar, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4/2026) sore.

Prosesi pemakaman berlangsung haru. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahad. 

Sejumlah pelayat tak kuasa menahan kesedihan.

 

 

Bahkan salah satu anggota keluarga terlihat hampir pingsan usai prosesi pemakaman selesai.

Suara isak tangis terus terdengar di area pemakaman, mengiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum. 

Warga sekitar yang turut hadir tampak larut dalam suasana duka mendalam atas kepergian Dadang yang dikenal sebagai sosok baik di lingkungannya.

Sepupu korban, Asep Rabani, mewakili keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya kepolisian dan tokoh agama yang turut mengawal proses pemakaman.

"Kami dari keluarga besar almarhum mengucapkan terima kasih. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Ini semua adalah takdir Allah, dengan perantara seperti ini," ujar Asep.

Kronologi Kejadian

Kasus penganiayaan itu terjadi saat korban Dadang tengah menggelar acara hajatan pesta pernikahan di kediamannya Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Sejumlah pria diperkirakan berjumlah sepuluh orang--diduga preman--datang ke lokasi hajatan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved