Polisi Periksa Sembilan Saksi dalam Kasus Tewasnya PRT di Benhil Jakpus
Kasus PRT remaja tewas di Benhil didalami polisi. Sembilan saksi diperiksa, dugaan TPPO dan eksploitasi anak turut diselidiki
Ringkasan Berita:
- Polda Metro Jaya menyelidiki kasus tewasnya PRT remaja di Benhil dengan memeriksa sembilan saksi dan mengumpulkan bukti seperti CCTV, visum, serta autopsi
- Polisi juga mendalami dugaan TPPO dan eksploitasi anak dalam peristiwa yang menewaskan korban berinisial D (15).
- Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya terus mendalami kasus tewasnya seorang pekerja rumah tangga (PRT) di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
Hingga kini, sebanyak sembilan orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan guna mengumpulkan bukti dan memperjelas kronologi kejadian.
“Sejauh ini, langkah yang sudah dilakukan antara lain pengamanan CCTV, visum, autopsi terhadap korban meninggal, serta pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi,” ujarnya kepada wartawan Senin (27/4/2026).
Adapun saksi yang diperiksa meliputi pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur tenaga kerja, hingga saksi lainnya, termasuk korban yang selamat dalam peristiwa tersebut.
Terkait adanya informasi mengenai pihak yang telah diamankan, Budi menyebut hal tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
Baca juga: Polisi Terapkan Pasal TPPO dan Eksploitasi Anak dalam Kasus PRT Tewas di Benhil
“Untuk informasi adanya pihak yang diamankan, saat ini masih dalam proses pendalaman dan akan kami sampaikan lebih lanjut secara resmi sesuai perkembangan penyidikan,” katanya.
Proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional guna mengungkap fakta di balik kasus tersebut.
Polisi menerapkan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak terkait kasus pekerja rumah tangga ini.
Diketahui korban PRT inisial D masih berusia 15 tahun nekat lompat dari bangunan kos bersama rekannya R pada Rabu (22/4/2026) malam.
D meninggal dunia sedangkan R mengalami patah tulang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin menuturkan pihaknya fokus mendalami dugaan tindak pidana.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi,” kata Kombes Imanudin.
Kombes Iman belum mengungkap lebih lanjut perihal hasil pemeriksaan terhadap saksi dan majikan dari korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lompatbenhil1112.jpg)