Jumat, 24 April 2026

Polisi Dalami Kronologi Insiden 2 PRT Lompat dari Kos di Benhil Jakpus

Dua PRT di Benhil nekat lompat dari lantai 4 kos, satu tewas dan satu luka parah, polisi masih selidiki dugaan motif pelarian diri

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra/Ega Alfreda
PRT TEWAS - Kosan di Jalan Walahar Buntu, Benhil, Jakpus yang menjadi lokasi dua PRT diduga loncat dari lantai 4, di mana satu di antaranya tewas. 

Ringkasan Berita:
  • Dua pekerja rumah tangga di Benhil, Jakarta Pusat, diduga melompat dari lantai 4 kos, menyebabkan satu korban tewas dan satu lainnya luka berat 
  • Polisi menyebut aksi itu diduga terkait upaya melarikan diri karena tidak betah bekerja, namun motif masih diselidiki 
  • Sejumlah saksi dan pihak terkait masih akan diperiksa untuk memastikan kronologi lengkap

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Elga Hikari Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua pekerja rumah tangga (PRT) dilaporkan nekat melompat dari lantai 4 bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026) malam .

Akibat kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka serius.

Korban meninggal diketahui bernama Diva (18), sedangkan korban selamat adalah Ijah (26) yang kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat patah tangan.

Diduga berusaha melarikan diriKasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, aksi dilakukan diduga berkaitan dengan upaya kedua korban untuk melarikan diri dari tempat mereka bekerja.

“Informasi sementara, korban ini disebut tidak betah. Mereka berdua kemudian mencoba kabur dan akhirnya lompat dari lantai 4. Satu meninggal dunia, satu mengalami patah tangan,” ujar Roby, Kamis (23/4/2026).

Meski demikian, polisi menegaskan bahwa dugaan tersebut belum bisa dipastikan.

Baca juga: Siswi SD Lompat dari Lantai 3 Pasar, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Bullying, Selidiki Motifnya

Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui motif sebenarnya.

“Masih dalam proses pemeriksaan. Kalau sudah lengkap baru bisa kami sampaikan secara pasti,” tambahnya.

Keterangan saksi masih didalami

Sejumlah saksi menyebut para korban tidak betah bekerja karena diduga adanya perlakuan kurang menyenangkan dari pihak majikan.

Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan.

“Ada saksi yang menyebut korban tidak betah karena majikan galak, tapi ini masih perlu didalami,” kata Roby.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kos maupun majikan kedua korban.

Polisi menyebut semua pihak terkait akan dimintai keterangan secara bertahap.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved