Rabu, 6 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kabar Terbaru Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi Timur, Korban Meninggal Jadi 5 Orang

Korban meninggal akibat Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL bertambah menjadi lima orang.

Tayang:

 

Ringkasan Berita:
  • Korban meninggal akibat Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL bertambah menjadi lima orang.
  • Petugas gabungan menghadapi sejumlah kesulitan dalam proses penyelamatan korban.
  • Hingga saat ini evakuasi terus dilakukan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam menyisakan kabar duka. Korban meninggal bertambah menjadi lima orang.

Proses evakuasi yang hingga kini masih terus berlangsung di lokasi kejadian menghadapi kendala. 

Baca juga: Petugas Gabungan Angkut Kantong Jenazah dari Gerbong KRL Khusus Wanita

Petugas gabungan menghadapi sejumlah kesulitan dalam proses penyelamatan korban karena kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit dan mengalami kerusakan parah.


Upaya evakuasi dilakukan secara hati-hati demi menghindari risiko yang lebih besar.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan jumlah korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi yang terus berjalan.

"Sementara ini korban ada lima. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban," ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/4/2026).

Kendala Evakuasi

Syafii mengungkapkan, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala.

Petugas harus memisahkan material rangkaian kereta yang saling menghimpit.


"Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra," katanya.

Selain itu, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan korban yang masih terjepit. 

Baca juga: Evakuasi 7 Penumpang yang Masih Terjepit, Petugas Potong Gerbong KRL Khusus Wanita

"Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan. Jadi kami melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri, kemudian dari dalam, itu juga terbatas," ujarnya.

Menurut dia, jumlah personel yang dapat masuk ke dalam gerbong juga dibatasi demi keselamatan.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved