Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Nuryati Ingin Berkurban Sebelum Wafat dalam Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Halimah ungkap keinginan terakhir ibundanya, Nuryati (62) yang tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, almarhuma ingin berkurban.
"Mi (panggilan adiknya kepada Halimah), aku sudah di IGD, kita terima, kata dokter Mamah sudah enggak ada (meninggal)," ungkap Halimah menirukan perkataan adiknya.
Halimah masih ingat keinginan terakhir yang diucapkan oleh almarhumah kepadanya.
Dia mengatakan almarhumah Nuryati ingin berkurban tahun ini.
"Mamah rencananya mau kurban di bulan nanti. Karena Mamah kan biasanya kurban hampir setiap tahun. Insya Allah, nanti kita kabulkan untuk Mamah berkurban," ungkapnya.
"Mamah mau kurban lagi. Oh ya sudah. Nanti masih sebulan lagi, kata aku," ujarnya.
Dalam tragedi itu, Nuryati meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu.
Jenazah Nuryati rencananya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Terkini, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL tercatat mencapai 14 orang.
Sementara, sebanyak 84 orang mengalami luka-luka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KORBAN-LAKA-KERETA-BEKASI-nurhayati-ingin-berkurban.jpg)