Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Keluarga Menunggu Penyerahan Jenazah di RS Polri, Tangis Haru Tak Terbendung
Isak tangis pecah di RS Polri saat jenazah korban kecelakaan KA diserahkan ke keluarga, suasana duka menyelimuti lokasi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS COM, JAKARTA - Suasana haru duka menyelimuti area Rumah Duka RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026) sore.
Setiap sudut area depan kamar jenazah atau Rumah Duka RS Polri diselimuti kesedihan dari keluarga korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang sudah ramai berkumpul.
Pantauan Tribunnews com pukul 17.00 WIB di lokasi, isak tangis pecah tak terbendung ketika salah satu keluarga korban menangis kencang di sisi sebelah kiri pintu kaca rumah duka.
Pemandangan pilu juga terlihat ketika para anggota keluarga saling berpelukan erat, mencoba saling menguatkan di tengah hantaman kenyataan pahit.
Baca juga: 4 Saran Evaluasi seusai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pemisahan Jalur KRL dan Kereta Antarkota
Beberapa dari mereka tampak terduduk lemas di pinggiran pembatas jalan, seorang pria muda nampak menangis kencang sambil menutup mata dengan tangan setelah mengetahui anggota keluarga mereka telah teridentifikasi menjadi korban meninggal dalam tragedi Bekasi Timur.
Bukan hanya keluarga inti, sejumlah kerabat hingga rekan kerja salah satu korban juga telah berdatangan di area rumah duka.
Mereka datang untuk memberikan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tim DVI RS Polri direncanakan akan menggelar prosesi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Penyerahan ini dilakukan setelah hasil identifikasi diumumkan oleh tim DVI.
Tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi rekan sejawat.
Teranyar, ada satu kantong jenazah berwarna oranye kembali diturunkan dari mobil ambulans, dan dibawa ke dalam Rumah Duka RS Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kakabekasi1111.jpg)