Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Menteri Arifah Melayat ke Rumah Duka Nuryati, Berduka Atas Kepergian Sosok Pengurus Muslimat NU
Arifah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Nuryati, sosok yang dikenal sebagai pengurus Muslimat NU tersebut.
Ringkasan Berita:
- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melayat ke kediaman almarhumah Nuryati yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
- Arifah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dikenal sebagai pengurus Muslimat NU tersebut.
- Menurut Arifah, peristiwa yang menimpa Nuryati merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melayat ke kediaman almarhumah Nuryati yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Dalam kunjungannya, Selasa (28/4/2026), Arifah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dikenal sebagai pengurus Muslimat NU tersebut.
Baca juga: Jawab Desakan Sejumlah Pihak, KNKT Sudah Terjunkan Tim Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi
Arifah Fauzi mengatakan, kehadirannya juga mewakili keluarga besar pimpinan pusat Muslimat NU untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Karena almarhumah yang menjadi korban ini adalah salah satu pengurus Muslimat NU. Jadi kami atas nama keluarga besar pimpinan pusat Muslimat NU mengucapkan dukacita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi," kata Arifah, di rumah duka Nuryati, Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Arifah juga mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta segala amal ibadahnya diterima Allah SWT.
"Mudah-mudahan almarhumah diterima segala amal baiknya dan ditempatkan di tempat yang terbaik," ujarnya.
Menurut Arifah, peristiwa yang menimpa Nuryati merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun.
Dia juga menilai bahwa selama ini pengelolaan transportasi, khususnya oleh pihak KAI, telah berjalan dengan baik.
"Ini musibah ya, tidak ada seorang pun yang menghendaki. Saya melihat bahwa dari KAI juga selama ini sudah sangat baik pengaturannya," katanya.
Meski demikian, ia menyebut adanya kendala yang diduga melibatkan kendaraan taksi online yang turut menjadi faktor terjadinya kecelakaan tersebut.
"Cuman karena ada sedikit trouble, kalau tidak salah taksi ya, taksi online, yang ini sehingga mengakibatkan kecelakaan ini terjadi," ucapnya.
Usul Perubahan Posisi Gerbong Perempuan demi Keamanan
Pada kesempatan itu, Arifah mendorong evaluasi penempatan gerbong khusus perempuan agar berada di posisi tengah rangkaian kereta.
Dia mengaku telah menyampaikan usulan langsung kepada pihak PT KAI terkait peningkatan keselamatan penumpang perempuan, khususnya soal posisi gerbong wanita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Arifah-Fauzi-Melayat-ke-Rumah-Korban-Laka-Kereta.jpg)