Sabtu, 9 Mei 2026

Hujan Deras Guyur Jakarta, Sejumlah Wilayah Banjir

Hujan deras yang melanda Jakarta pada Senin (4/5/2026) sore, memicu banjir di sejumlah kawasan,

Tayang:
Istimewa/via Tribun Jakarta
BANJIR DI JAKARTA - Banjir merendam ratusan rumah di Komplek Polri, Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). Hujan deras yang melanda Jakarta pada Senin (4/5/2026) sore, memicu banjir di sejumlah kawasan, termasuk di wilayah Jakarta Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras yang melanda Jakarta pada Senin (4/5/2026) sore, memicu banjir di sejumlah kawasan.
  • Banjir melanda sekitar halte TransJakarta Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
  • BPBD Jakarta pun telah mengerahkan personel untuk memantau situasi di titik-titik genangan. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Hujan deras yang melanda Jakarta pada Senin (4/5/2026) sore, memicu banjir di sejumlah kawasan, dengan ketinggian air bervariasi hingga menghambat mobilitas warga.

Genangan air dilaporkan berada di beberapa titik, termasuk di kawasan Jakarta Selatan. Kondisi tersebut, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Seperti di Jalan Dharmawangsa X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tergenang air dengan ketinggian air puluhan sentimeter.

Banjir dengan ketinggian sekitar 20 hingga 40 cm tersebut, membuat kendaraan dari arah Dharmawangsa menuju Fatmawati tidak dapat melintas, baik sepeda motor maupun mobil.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan TB Simatupang, tepatnya di seberang kawasan South Quarter arah Pasar Minggu.

Hal itu, membuat sejumlah pemotor memilih untuk berhenti tidak menerobos genangan air.

Dikutip dari TribunJakarta.com, banjir juga melanda sekitar halte TransJakarta Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama.

Ketinggian air membuat pengendara sepeda motor kesulitan melintas di ruas jalan tersebut.

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 17.00 WIB, Jalan Swadarma, Ulujami, serta depan Seskoal, Jalan Ciledug Raya, Cipulir tergenang air dengan ketinggian mulai 30 hingga 70 cm.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan genangan air dipicu hujan deras yang turun sejak Senin sore.

"Genangan disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Senin sore hari," kata Yohan, dilansir WartaKotalive.com.

Baca juga: BPBD Catat Empat RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir Buntut Hujan Deras Sore Ini

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau situasi di titik-titik genangan. 

Termasuk kerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran drainase berfungsi optimal.

Petugas kelurahan dan kecamatan setempat juga dilibatkan membantu penanganan serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Sebagai informasi, hujan dengan intensitas sedang sampai lebat masih akan melanda Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang. 

Pun di wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kepulauan Seribu, Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Tangerang Selatan.

Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta di X, perkiraan hujan masih akan terjadi sampai pukul 19.00 WIB. Hujan dapat disertai kilat dan angin kencang.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta juga telah membagikan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 1 - 8 Mei 2026.

Pada rentang waktu tersebut, ada potensi terjadinya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan Baru dan Perigee, berimbas pada meningkatnya ketinggian pasang air laut maksimum. 

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di wilayah pesisir utara Jakarta.

Oleh sebab itu, warga yang berada di dekat wilayah pesisir utara DKI Jakarta seperti di Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (Rob).

Berdasarkan data pantauan BPBD DKI Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 18:00 WIB, tinggi muka air di pos pantau Angke Hulu berada di kisaran 280 cm dengan status siaga 2. 

Kemudian, tinggi muka air di pos pantau Pulogadung berada di angka 310 cm dengan status siaga 4/normal. Sehingga, warga perlu waspada terhadap kondisi tersebut.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJakarta.com, WartaKotalive.com/Yolanda Putri Dewanti, Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved