Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha 2026

Jelang Idul Adha 1447H, Pengawasan Bahan Pangan Diperketat Antisipasi Lonjakan Harga

Tangsel perketat pengawasan pangan jelang Idul Adha 2026, cegah kelangkaan, panic buying, dan pangan berbahaya.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Tangsel perketat pengawasan pangan di pasar tradisional dan modern jelang Idul Adha 2026
  • Fokus pada stok beras, minyak, daging, cabai, dan bawang agar pasokan stabil. 
  • Sidak terpadu digelar untuk memastikan keamanan pangan bebas zat berbahaya, sekaligus edukasi pedagang dan produsen

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengawasan peredaran bahan pangan di seluruh pasar tradisional dan modern menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau Juni 2026 mendatang, perlu dilakukan.

Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas pasokan, mencegah terjadinya kelangkaan barang pokok, serta meredam potensi kenaikan harga psikologis (psychological pricing) yang kerap dimanfaatkan oknum pedagang, demi meraup keuntungan berlebih di momentum hari raya.

 

Pengawasan Bahan Pangan

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa Pemkot Tangsel tidak ingin kecolongan momentum. 

Menurutnya, intervensi pasar harus dilakukan sejak dini agar rantai pasok dari produsen hingga ke tangan konsumen di wilayah Tangsel tetap terjaga dengan sehat.

"Idul Adha selalu diiringi dengan lonjakan permintaan komoditas tertentu. Oleh karena itu, instruksi Wali Kota sangat jelas, perketat pengawasan hulu ke hilir. Kami mengantisipasi apa yang disebut kenaikan harga psikologis-situasi di mana harga naik bukan karena barangnya habis, melainkan karena sentimen perayaan hari besar semata," ujar TB Asep Nurdin, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, lanjut Asep, untuk memastikan rantai pasok tidak terganggu, pihaknya fokus dalam pemantauan meliputi komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, cabai, dan bawang. 

Ia menjelaskan, salah satu titik krusial dalam pengawasan ini adalah menjaga psikologis pasar. 

Jika masyarakat mengendus isu kelangkaan, perilaku panic buying berisiko muncul dan memicu inflasi daerah. 

“Stok pangan untuk wilayah Tangerang Selatan secara umum dalam kondisi aman dan mencukupi hingga hari H Idul Adha. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan yang justru bisa memicu spekulasi harga di tingkat pedagang," terangnya.

Selain fokus pada kuantitas stok dan stabilitas harga, pihaknya juga menaruh perhatian besar pada aspek pemenuhan standar kesehatan pangan. 

Baca juga: Sampaikan Arahan Presiden soal Pangan di Lemhannas, Zulhas Ungkap Produksi Beras Naik Tajam

Sidak ke Sejumlah Pasar

Salah satu langkah konkretnya adalah pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) terpadu yang dijadwalkan menyasar sejumlah pasar induk dan pasar tradisional, termasuk Pasar Serpong.

Sidak ini tidak hanya sekadar mengecek label kedaluwarsa, melainkan juga melakukan uji laboratorium cepat (rapid test kit) terhadap sampel bahan makanan segar dan olahan yang dicurigai mengandung zat kimia terlarang.

"Bukan rahasia lagi kalau menjelang hari raya, peredaran pangan olahan meningkat tajam. Kami akan turun langsung ke Pasar Serpong dan titik-titik lainnya. Fokus kami adalah memastikan tidak ada komoditas yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil (Rhodamin B)," tegas Asep.

Namun, Asep menggarisbawahi bahwa pendekatan kali ini akan mengedepankan aspek edukasi dan pembinaan yang humanis, alih-alih langsung menjatuhkan sanksi punitif kepada pedagang kecil.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved