Selasa, 2 Juni 2026

Kebakaran di Kemayoran

Medi Panik Saat Narik Bajaj Dikabari Rumahnya Ikut Terbakar, Istri Sedang Hamil

Kisah pilu Medi, sopir bajaj yang kalut saat tahu rumahnya di Kemayoran terbakar hebat, teringat sang istri yang sedang hamil muda.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
KEBAKARAN KEMAYORAN – Medi (48), warga Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat hanya bisa termenung melihat rumah peninggalan orang tuanya ludes dilalap api pada Senin (1/6/2026) malam. Sopir bajaj ini sempat panik luar biasa di jalanan saat dikabari tempat tinggalnya terbakar, mengingat sang istri yang sedang hamil muda berada di dalam rumah tersebut. 

"Tadi katanya dari warung makan, ada suara ledakan (diduga gas). Warga sini sebenarnya sudah sempat bantu siram pakai alat seadanya, tapi api cepat sekali merembet karena di sini banyak bangunan semi permanen," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Material bangunan yang mayoritas berbahan kayu dan triplek membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil hingga api akhirnya meluas ke rumah-rumah tinggal di sekitarnya.

Baca juga: Kronologi Adik Anggota TNI di Deli Serdang Dikeroyok Puluhan Orang, Berawal Dari Bela Teman

Gang Sempit dan Warga Berkerumun

KEBAKARAN KEMAYORAN – Pantauan udara memperlihatkan kobaran api yang membakar permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Petugas mengerahkan 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke bangunan sekitar.
KEBAKARAN KEMAYORAN – Pantauan udara memperlihatkan kobaran api yang membakar permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Petugas mengerahkan 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke bangunan sekitar. (Tangkapan layar media sosial)

Data dari papan pantau tim Damkar Jakarta Pusat menunjukkan peningkatan kekuatan personel.

Sebanyak 35 unit mobil pemadam dengan total 106 personel kini dikerahkan ke titik api di sekitar Masjid Jami Al-Ihsan.

Selain petugas pemadam kebakaran, ada pula personel polisi dan warga yang turut membantu pemadaman Si Jago Merah.

Namun, upaya petugas menembus titik api mengalami kendala serius. Selain akses gang yang sempit, banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton kejadian menghambat pergerakan armada dan petugas yang sedang membentangkan selang air.

Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Kemayoran Meluas, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Perwira Piket Damkar, Yuli Sahroni, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 23.30 WIB status kebakaran masih dalam "Situasi Merah".

Petugas masih berfokus melakukan lokalisir agar perambatan api tidak semakin meluas ke RW sebelah.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Petugas medis dan ambulans telah bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya warga atau petugas yang mengalami sesak napas akibat asap tebal di pemukiman padat tersebut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved