Demo di Jakarta
Demo Hari Ini di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026: Ini 5 Lokasi Aksi dan Tuntutannya
Gelombang demo 17 Juni di Jakarta, lima titik aksi soroti ekonomi, MBG, UU Polri, dan transparansi fiskal.
Seiring berlangsungnya aksi demonstrasi di sejumlah titik strategis Jakarta Pusat, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Pengalihan arus kendaraan akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan, termasuk jumlah massa yang hadir dan tingkat kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.
Karena itu, masyarakat yang akan beraktivitas di kawasan Monas, Senayan, Sudirman-Thamrin maupun area perkantoran pusat pemerintahan diimbau memantau informasi lalu lintas dan menyesuaikan rute perjalanan.
Gelombang Demo Mahasiswa Juni 2026
Aksi pada 17 Juni 2026 merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi mahasiswa yang berlangsung sepanjang bulan Juni.
Gelombang aksi pertama tercatat pada 12 Juni 2026 yang dipelopori Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan seperti penghentian pemborosan APBN, penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghentian program Kopdes Merah Putih, hingga penolakan militerisasi sipil.
Kemudian pada 15 Juni 2026, Aliansi PERISAI yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda kembali turun ke jalan dengan membawa agenda "Tuntutan 11+9".
Aksi tersebut memuat 20 tuntutan yang mencakup isu ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, supremasi sipil, hingga transparansi pengelolaan anggaran negara.
Inti Tuntutan Mahasiswa
Secara umum, tuntutan yang dibawa dalam rangkaian demonstrasi Juni 2026 berfokus pada beberapa isu utama.
Di bidang ekonomi, mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, memperbaiki nilai tukar rupiah, serta mencegah terjadinya gelombang PHK massal.
Pada sektor kebijakan pemerintah, massa aksi menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Kopdes Merah Putih yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Sementara pada aspek hukum dan politik, mahasiswa mendesak revisi atau pencabutan UU Polri, menghentikan militerisasi sipil, serta memperkuat supremasi sipil dalam kehidupan bernegara.
Di bidang pendidikan, mereka menuntut alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen, penghentian percepatan PTN-BH, dan jaminan akses pendidikan yang lebih demokratis.
Selain itu, isu sosial dan hak asasi manusia juga menjadi perhatian, termasuk penghentian penggusuran lahan, perlindungan terhadap aktivis, serta penolakan terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Dengan aksi yang berlangsung di lima titik strategis Jakarta pada hari ini, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemacetan dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran aktivitas bersama.