Demo di Jakarta
BEM FPsi UNJ Klarifikasi Keterlibatan di BEM Bersatu, Tegaskan Sosok yang Hadir Alumni
BEM FPsi UNJ klarifikasi, tegaskan tak pernah tergabung BEM Bersatu dan kecam pencatutan nama organisasi tanpa izin.
Ringkasan Berita:
- BEM Fakultas Psikologi UNJ menegaskan tidak pernah tergabung dalam BEM Bersatu setelah nama organisasinya dicatut.
- Klarifikasi diunggah lewat Instagram resmi, menyebut alumni Ahmad Ghazy hadir atas nama pribadi.
- BEM FPsi UNJ mengecam pelanggaran etik dan meminta permintaan maaf.
- Sebelumnya, BEM STIAMI juga membantah keterlibatan
TRIBUNNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (BEM FPsi UNJ) menyampaikan klarifikasi terkait pencatutan nama organisasinya dalam kegiatan yang dilakukan pihak yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @bemfpsiunj, BEM FPsi UNJ menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak mana pun untuk menggunakan atau mewakili nama organisasi dalam aktivitas maupun gerakan tertentu.
Baca juga: Situasi Terkini Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat Hari Ini, Massa Padati Lokasi Demo
"Sehubungan dengan beredarnya informasi mengenai pencatutan nama 'BEM FPsi UNJ' dalam aktivitas yang berhubungan dalam suatu aktivitas/gerakan tertentu, kami menyampaikan beberapa hal sebagai bentuk klarifikasi kepada publik," demikian pernyataan BEM FPsi UNJ yang dikutip pada Rabu (17/6/2026).
"BEM FPsi UNJ tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama BEM FPsi UNJ."
Klarifikasi tersebut muncul setelah nama BEM FPsi UNJ disebut sebagai bagian dari kelompok BEM Fakultas Bersatu yang sebelumnya menggelar konferensi pers di Komunitas Utan Kayu, Jakarta. Dalam kesempatan itu, kelompok tersebut menyampaikan sejumlah sikap terkait dinamika aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini.
BEM FPsi UNJ mengakui bahwa terdapat seorang alumni Fakultas Psikologi UNJ yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Ahmad Ghazy. Namun, organisasi mahasiswa itu menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan lagi mahasiswa aktif maupun bagian dari kepengurusan BEM FPsi UNJ.
Menurut keterangan resmi, Ahmad Ghazy merupakan alumni angkatan 2020 yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2024.
"Individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan alumni FPsi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari anggota/kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026, sehingga tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut," tulis BEM FPsi UNJ.
Atas kejadian tersebut, BEM FPsi UNJ menyayangkan adanya pelanggaran etik karena penggunaan nama organisasi tanpa izin resmi.
"Kami sangat menyayangkan adanya pelanggaran etik tersebut dan atas tindakan tersebut, yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada BEM FPsi UNJ atas ketidaknyamanan serta dampak yang ditimbulkan," lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu menggelar konferensi pers dan menyampaikan sejumlah sikap politik serta sosial.
Salah satu perwakilan mereka, Rahmat Djimbula yang juga disebut sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun, menyatakan penolakan terhadap gerakan mahasiswa yang dinilai ditunggangi kepentingan politik praktis.
"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," ujarnya.
Dalam forum tersebut, BEM Bersatu juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan catatan perlunya perbaikan tata kelola agar program berjalan tepat sasaran dan akuntabel.
"Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel," kata Rahmat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Demo-Mahasiswa-Malang-Tuntut-Perbaikan-Ekonomi_20260615_212046.jpg)