Demo di Jakarta
Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini 18 Juni 2026, Ini Lokasi dan Tuntutannya
Tiga aksi mahasiswa digelar di Jakarta, Kamis (18/6), dengan 3.379 personel gabungan disiagakan untuk menjaga kondusifitas.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kelompok mahasiswa kembali turun ke jalan di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).
Tercatat, ada tiga aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat sepanjang hari ini.
Aparat kepolisian pun menyiapkan pengamanan besar-besaran.
Sebanyak 3.379 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama rangkaian aksi berlangsung.
Tiga Titik Aksi Demonstrasi
Aksi pertama digelar di kawasan Hotel Sultan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, dan dimulai pada pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, aksi kedua akan dilakukan oleh kelompok massa dari Lembaga Bantuan Hukum Tridharma Indonesia yang melibatkan mahasiswa UPN, UNJ, Unpam, dan Atmajaya.
Demonstrasi ini dipusatkan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, aksi ketiga dijadwalkan berlangsung di Pos Lantas Simpang Lima Senen pada pukul 13.00 WIB, yang digelar oleh massa dari Aliansi Mahasiswa Jakarta Pinggiran.
Aksi mahasiswa sepanjang Juni 2026 dimulai dengan demonstrasi besar BEM SI dan BEM UI pada 12 Juni di Bundaran HI, Jakarta.
Ribuan mahasiswa menuntut penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, penghentian program MBG, serta kritik terhadap militerisme sipil.
Gelombang aksi berlanjut hingga 15–17 Juni dengan konsolidasi berbagai kampus dan aliansi mahasiswa di Jakarta dan daerah lain.
Baca juga: Rekap Demo di Semarang, Malang, Surabaya, dan Jogja Kemarin: Dokter Muda hingga Difabel Bersuara
Kronologi Aksi Juni 2026
12 Juni 2026 – BEM SI & BEM UI
Lokasi: Bundaran HI, Jakarta Pusat
Peserta: ±1.500 mahasiswa dari UI, dan kampus lain.
Tuntutan utama:
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
- Menghentikan militerisme di ranah sipil
- Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak