Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Orasi Kebangsaan di UIN SMH, Yandri Susanto: UIN SMH Harus Menjadi Solusi Bagi Bangsa Dan Negara

Yandri Susanto, saat menyampaikan orasi kebangsaan, mengucapkan selamat dies natalis Ke-60 kepada perguruan tinggi tertua di Banten

Editor: Content Writer
Istimewa
Dies Natalis Ke-60 UIN SMH yang dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Yandri Susanto S.Pt., Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia SE., Dirjen Pendidikan Islam Adib Abdussomad Ph.D., Rektor UIN SMH Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin M.Pd., para guru besar, dan para dekan. 

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH), jajaran Muspida, dan masyarakat lainnya, pada Kamis, 13 Oktober 2022, memenuhi Aula Gedung  Prof. KH. M. Sjadzli Hasan, Kampus UIN SMH, Kota Serang, Banten. Mereka berada di lantai 2 dari gedung itu untuk mengikuti prosesi acara Dies Natalis Ke-60 UIN SMH.

Di antara ratusan orang yang memenuhi aula itu hadir Wakil Ketua MPR Yandri Susanto S.Pt., Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia SE., Dirjen Pendidikan Islam Adib Abdussomad Ph.D., Rektor UIN SMH Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin M.Pd., para guru besar, dan para dekan.

Di hadapan Menteri Investasi/Kepala BKPM, rektor, guru besar, dan undangan lainnya, Yandri Susanto, saat menyampaikan orasi kebangsaan, mengucapkan selamat dies natalis Ke-60 kepada perguruan tinggi tertua di Banten itu. “Usia 60 tahun bukan usia yang pendek”, ujar politisi dari PAN itu. Dikatakan UIN SMH telah melalui jalan yang panjang, mulai menjadi bagian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bersatus STAIN, IAIN, hingga akhirnya UIN.

Keberadaan UIN SMH menurut pria asal Bengkulu itu sangat strategis. Indonesia saat ini menghadapi banyak persoalan. Pembelahan masyarakat di akar rumput selepas Pemilu 2019 diakui belum selesai. Menghadapi masalah yang demikian, dirinya mengajak seluruh civitas akademika untuk berperan penting menyelesaikan persoalan yang ada. “Sejatinya kita jangan  baperan, jangan main perasaan, sesama anak bangsa tidak boleh ada dendam, iri, dan dengki”, tegasnya.

Alumni Universitas Bengkulu itu berharap UIN SMH menjadi garda terdepan untuk melakukan edukasi dan transformasi kepada masyarakat. “UIN SMH harus menjadi solusi yang solutif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara”, ujarnya. Masalah yang dihadapi saat ini menurutnya bukan lagi soal siapa mendukung siapa. Bukan juga soal sholat menggunakan qunut atau tidak, dua puluh tiga atau sebelas rekaat. “Masalah itu saya kira tidak perlu lagi diperdebatkan”, paparnya. Ditegaskan masalah yang lebih penting dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah soal mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.

Yandri Susanto mendorong agar UIN SMH mampu melakukan terobosan atau pengabdian yang penting kepada bangsa dan negara. Ia berharap para alumni, dosen, dan mahasiswa berada dalam satu frekuensi untuk mengatakan UIN bukan bagian dari persoalan tetapi menjadi bagian dari solusi yang solutif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Diingatkan bilamana kita bersatu padu, saling mendukung, mendoakan, memahami perbedaan, merawat kebersamaan maka hal yang demikian akan menjadi modal utama dalam membangun bangsa dan negara. “UIN SMH harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan”, tuturnya.

Dirinya juga berharap kampus ini masuk jajaran perguruan tinggi yang berkualitas di Indonesia. “Saya bagian dari Keluarga Besar Banten ikut bertanggungjawab untuk kemajuan UIN SMH di masa yang akan datang”, ujar wakil rakyat dari Dapil Banten II yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang itu.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved