Lirik Lagu
Terjemahan Lirik Lagu Cintamu Sepahit Topi Miring – Jogja Hip Hop Foundation: Sengkuni Leda-lede
Simak lirik lagu dan terjemahan Cintamu Sepahit Topi Miring milik Jogja Hip Hop Foundation dalam artikel berikut ini.
TRIBUNNEWS.COM - Lagu Cintamu Sepahit Topi Miring kembali ramai diperbincangkan dan viral di TikTok meski telah dirilis sejak 11 Januari 2013.
Karya milik Jogja Hip Hop Foundation ini menarik perhatian karena liriknya yang unik, memadukan bahasa Jawa, satire sosial, budaya lokal, hingga humor khas rakyat.
Jogja Hip Hop Foundation sendiri merupakan grup musik asal Yogyakarta yang dikenal mengusung hip hop dengan nuansa budaya Jawa. Grup ini kerap menggabungkan unsur tradisional, sastra, dan kritik sosial ke dalam karya-karyanya.
Lagu Cintamu Sepahit Topi Miring memiliki makna tentang ironi kehidupan, cinta yang tak selalu berakhir indah, serta potret masyarakat yang dibalut sindiran, humor, dan simbol budaya Jawa. Liriknya juga menyinggung soal kebiasaan, kerasnya hidup, hingga perjalanan manusia yang dipenuhi suka dan duka.
Meski telah berusia lebih dari satu dekade, lagu ini kembali populer berkat potongan audio yang digunakan pengguna TikTok dalam berbagai konten.
Sementara itu, video klip musiknya pertama kali dipublikasikan melalui kanal Kill The TV.
Berikut lirik lagu dan terjemahan Cintamu Sepahit Topi Miring – Jogja Hip Hop Foundation yang viral di TikTok:
Baca juga: Terjemahan Lirik Lagu Four Summers - Reality Club: Four Summers Were Never Enough
Cintamu Sepahit Topi Miring – Jogja Hip Hop Foundation
Sengkuni ledha-ledhe, mimpin baris ngarep dhewe
Eh barisane menggok, Sengkuni kok malah ndeprok
Nong, nong ji nong ro
Senja di Desa Baron
Matahari tenggelam di dalam kemaron
Lembu betina lari melompat-lompat
Dikejer-kejar anaknya yang kecil meloncat
Senja lucu dengan kasih sayang ibu dan anak
Langit senja mengandung sapi beranak
Terpesona Ranto melihat, ia tertawa bergelak
Dan berubah jadi Ranto Gudel sang pelawak
Jadi Marmoyo di panggung ketoprak
Ranto Gudel meminum arak
Terendam di dalam ciu
Birahinya berubah jadi biru
Diajaknya Nyai Dasima bercinta
Dengan cinta sepahit Topi Miringnya
Layar dibuka, turun hujan gembukan
Dewi Mlenuk gembuk datang
Membawa seguling roti cakwe
Marmoyo rebah terguling tidur
Di pangkuan Nyai Dasima
Yang sekeras ciu cangkol buah dadanya
Kemana Ranto Gudel pergi
Panggung selalu harum dengan arak wangi
Di Sriwedari jadi Petruk
Garengnya diajak mabuk
Bagongnya menggeloyor
Semarnya jualan ciu cangkol
Dengan terang lampu semprong
Pak Mloyo memukul kenong
Nong ji, nong ro, nong ji nong
Sengkuni ledha-ledhe, mimpin baris ngarep dhewe
Eh barisane menggok, Sengkuni kok malah ndeprok
Nong, nong ji nong ro
Giginya ompong mengerong
Ranto Gudel mendhem nyungsep
Thuyul gundhul kesana sini mengempit gendhul
Gendruwo thela-thelo tampak loyo
Jrangkong jalannya miring-miring, eh dhoyong
Belum selesai menabuh nong ji nongr o
Pak Mloyo terguling ke Bengawan Solo
Dengan alunan irama nong ji nong ro
Pak Mloyo pulang jalannya geloyoran