Sri Mulyani Mundur
Bank Dunia Skenariokan Sri Mulyani Jadi Presiden?
Pernyataan sindiran kepada Bank Dunia diungkapkan oleh pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, Rabu (5/5/2010).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan sindiran kepada Bank Dunia diungkapkan oleh pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, Rabu (5/5/2010).
Rencana menempatkan Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia pada 1 Juni, diduga Noorsy, sebagai grand skenario untuk 2014. Sri Mulyani, katanya akan didukung untuk dijadikan sebagai calon presiden RI setelah era Presiden SBY berakir, empat tahun lagi.
"Saya menduga, bisa salah bisa benar, Sri Mulyani akan menjadi capres 2014. Apalagi, saat ini Bank Dunia memberikan posisi penting untuknya. Terlepas dari kasus skandal Bank Century yang kini sedang dihadapi atas pemeriksaan KPK," kata Noorsy dalam perbincangan kepada Tribunnews, Rabu (5/5).
Ichsanuddin Noorsy kemudian memberikan argumentasi terkait keberadaan Bank Dunia saat ini dan rencana merekrut Sri Mulyani. Menurut analisanya, sejak kasus Paul Wolkfowitz dangan pacarnya yang tercium berbau korupsi, Bank Dunia sebenarnya menghadapi masalah kredibilitas. Mengiringi perubahan struktur suara di PBB, Bank Dunia dan IMF dipaksa untuk mengubah hak suara anggotanya.
"Dua tuntutan ini, berhadapan dengan dua masalah lain. Menguatnya peranan RRC dalam transaksi keuangan dunia yang berakibat menurunnya keuntungan Bank Dunia serta krisis ekonomi 2008 yang membuktikan ideologi ekonomi Bank Dunia telah mengalami kegagalan," paparnya.
"Dalam suasana seperti itu, justru Sri Mulyani tampil sebagai penyelamat sebagaimana dia membuktikan pada pertemuan G20 di Washington hingga pertemuan G20 di Pittsburgh. Yakni dengan tetap menggagas mekanisme pasar dan perdagangan bebas. Padahal pemegang saham pengendali Bank Dunia, yakni AS, UE dan Jepang justru menerapkan kebijakan standar ganda. Ke dalam, memproteksi ke luar memaksa perdagangan bebas," ungkapnya lagi.
Sementara Indonesia tetap konsisten dengan mekanisme pasar dan perdagangan bebasnya. Sikap Sri Mulyani menyelamatkan Bank Dunia, dianggapnya mengembalikan kepercayaan diri pemegang saham pengendali (Amerika, Uni Eropa dan Jepang).
"Nah, jika hari ini Sri Mulyani mendapat tawaran menjadi Direktur Pelaksana (Managing Director) Bank Dunia, maka hal itu wajar saja, bahkan menjadi suatu keharusan. Minimal, karena Indonesia tetap menjadi debitor Bank Dunia dan menjual Global Medium Term Note (SUN berdenominasi USD) yang sangat menguntungkan orang kaya AS, yg oleh Anwar Nasution disebut na'udzu billah min dzalik," tandas Noorsy.
Sisi lain, Noorsy melanjutkan, publik boleh memandang bahwa Sri Mulyani diselamatkan dari tekanan politik DPR dan hukum.
"Akan tetapi harus diingat, penyelamatan ini hanya sementara, paling lama 4-5 thn. Sedangkan keputsan Paripurna DPR 3 Maret 2010 sebagai dokumen hukum berusia 25 thn. Maka selesai menjadi Direktur pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani tetap bisa dijerat hukum. Meski, ada skenario lain, kemungkinan Sri Mulyani akan dijadikan capres 2014," paparnya. (Tribunnews/ yat)