Kabacadnas Pastikan 2.000 ASN Komcad Bakal Latihan Menembak dan Tempur Terbatas Selama 1,5 Bulan
2.000 Aparatur Sipil Negara yang mengikuti seleksi Komcad gelombang pertama tahun 2026 akan menjalani Pelatihan Dasar Militer selama 1,5 bulan.
Ringkasan Berita:
- Kabacadnas Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, memastikan bahwa 2.000 ASN yang mengikuti seleksi Komcad gelombang pertama tahun 2026 akan menjalani Pelatihan Dasar Militer selama 1,5 bulan.
- Para peserta tidak hanya dibekali penguatan karakter, tetapi juga pengetahuan militer dasar termasuk latihan menembak dan teknik tempur terbatas.
- Program ini melibatkan 49 kementerian dan lembaga sebagai wujud kolaborasi nasional dalam memperkuat sistem pertahanan negara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, memastikan bahwa 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti seleksi Komponen Cadangan (Komcad) gelombang pertama tahun 2026 akan menjalani Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) selama 1,5 bulan.
Letjen Gabriel menegaskan bahwa para peserta tidak hanya dibekali penguatan karakter, tetapi juga pengetahuan militer dasar termasuk latihan menembak dan teknik tempur terbatas.
Baca juga: 2.000 ASN Ikuti Seleksi Komcad 2026, Respons atas Dinamika Keamanan Global
"Pendidikannya satu setengah bulan. Saya ulangi lagi, pendidikannya satu setengah bulan," ujar Letjen Gabriel Lema di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Program ini melibatkan 49 kementerian dan lembaga sebagai wujud kolaborasi nasional dalam memperkuat sistem pertahanan negara.
Sebanyak 2.000 ASN ini akan diberangkatkan ke enam Lembaga Pendidikan (Lemdik) yang telah disiapkan oleh Kemhan dan jajaran TNI.
Mengenai kurikulum yang akan dijalani para abdi negara tersebut, Letjen Gabriel menjelaskan bahwa nuansa militer tetap menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan disiplin peserta.
"Iya, pengetahuan dasar. Jadi kurikulum sudah diatur kaitan dengan nuansa yang bersifat militer, itu bersifat pengetahuan. Pengetahuan terbatas ya. Ya, senjata juga demikian. Karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas," tegasnya.
Selain aspek teknis militer, Kabacadnas mengingatkan bahwa inti dari pelatihan ini adalah membangun jiwa korsa dan kemampuan pemecahan masalah secara kolaboratif.
Hal ini dianggap krusial agar ASN tidak bekerja secara silo di instansi masing-masing.
"Bagaimana mereka dengan suatu kurikulum yang sudah ditata dari waktu ke waktu, ini menuntut disiplin waktu, disiplin kegiatan. Dan lebih jauh daripada itu, bagaimana ketahanan mental mereka ini yang harus disiapkan," tambah Gabriel.
Ia juga menyoroti bahwa keterlibatan ASN dalam Komcad merupakan implementasi dari amanat undang-undang terkait bela negara.
Menurutnya, ASN adalah salah satu kekuatan terbesar dalam sistem pertahanan negara saat ini.
"Konsep dalam konteks pertahanan negara yang dilandasi secara umum adalah jiwa bela negara, oleh seluruh anak bangsa, apalagi anak bangsa yang sudah mempunyai kemandirian hidup yang jelas, contoh ASN, ini merupakan potensi yang berada dalam sistem pertahanan negara juga. Ini kekuatan terbesar," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mayjen-tni-gabriel-lema.jpg)