Sabtu, 11 April 2026

Aksi Borong Majalah Tempo

Perang Calon Kapolri di Balik Rekening Enam Jenderal

Indonesian Police Watch (IPW) tidak kaget

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri kembali geger. Rekening para jenderal yang memiliki milyaran rupiah ditulis sebuah majalah nasional yang beredar hari ini. Aksi borong majalah pun terjadi. Apa yang terjadi dibalik itu?

Indonesian Police Watch (IPW) tidak kaget dengan mencuatnya isu kepemilikan rekening gendut para jenderal Polri tersebut. Terlebih lagi, isu serupa sudah muncul dan dibantah Kapolri Jend Sutanto sekitar tahun 2007. IPW menduga, ada perang bintang dibalik mencuatnya rekening para jenderal tersebut.

"Itukan kasus rekening lama, kalaupun mau dibuka, tentu sulit. Saya melihatnya, ini dalam rangka perang bintang untuk memperebutkan posisi calon Kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri (BHD)," tegas Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Tribunnews.com, Senin (28/6/2010).

Analisa Neta, dalam enam rekening jenderal yang mencuat hari ini, tercantum nama Irjen Bambang Suparno. Siapakah dia? "Bambang Suparno adalah satu dari delapan jenderal yang diusulkan untuk menjadi calon Kapolri," tegasnya.

"Kenapa kok tiba-tiba muncul rekening Bambang Suparno? Dulu dalam 15 rekening Polri itu, dia tidak disebut-sebut. Dia salah satu calon Kapolri yang berpotensi kuat untuk menang," tambah Neta S Pane.

Dijelaskan Neta, Bambang yang kini menjabat sebagai Widyaiswara di Sespim Polri, adalah jenderal istimewa. "Bambang Suparno cukup istimewa, setahun dua kali kenaikan pangkat jenderal. Itu luar biasa. Itu sama dengan Sutanto ketika mempesiapkan BHD menjadi Kapolri. Dalam tiga tahun, BHD naik pangkat hingga tiga kali sehingga bisa menjadi Kapolri," tambahnya.

"Perkiraan saya, sekarang ini BHD sedang mempersiapkan Bambang Suparno menjadi Kapolri," tambahnya.

Neta mengingat, BHD dan Bambang Suparno adalah teman dekat ketika BHD menjabat Kapolda Sumatera Utara (Sumut) dan Bambang Suparno menjabat Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) POlda Sumut.

Bagaimana Bambang Suparno yang bintang dua bisa menjadi calon kuat Kapolri? Menurut Neta, tak lama lagi Kababinkam Komjen Iman Haryatna bakal memasuki masa pensiun."Saat Iman Haryatna pensiun, bisa saja Bambang Suparno menggantikannya. Otomatis kalau sudah menjabat Kababinkam, jadi bintang tiga dia," imbuh Neta.

Namun Neta tak bisa memprediksi siapa saja yang terlibat dalam perang bintang ini. "Kalau para jenderal sendiri tidak mungkin. Tapi  bisa saja orang yang mendukungnya yang menyebarkan informasi ini. Saya yakin, ini perang bintang untuk jabatan Kapolri. Bulan Oktober nanti masa jabatan Kapolri Bambang Hendarso Danuri selesai," tambah Neta.

Baca juga: Inilah Rekening Gendut Enam Jenderal Polisi

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved