Penoyoran Anak
Komandan Paspampres Bantah Anak Buahnya Lakukan Penoyoran
Komandan Paspampres, Mayjen TNI Waris, membantah secara tegas bahwa pihaknya bukanlah pelaku yang melakukan peneloyoran terhadap Clara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Paspampres, Mayjen TNI Waris, membantah secara tegas bahwa pihaknya bukanlah pelaku yang melakukan peneloyoran terhadap Clara seperti yang marak diberitakan dua hari terakhir ini.
Ia menjelaskan bahwa semua Paspampres pada saat melaksanakan pengamanan Hari Anak Nasional di TMII mengenakan batik warna kuning kemerah-merahan.
Sebagai Komandan Paspampres, dirinya merasa terusik saat Kak Seto, Clara, dan Ibunda Clara, Lia memberikan keterangan di Elsinta dan dari pembicaraan tersebut disebut-sebut nama lembaga yang dipimpinnya melakukan aksi peneloyoran.
"Jadi begini, kemarin sore, saya mendengar pembicaraan Kak Seto, Clara, dan ibundanya di Elsinta saat saya dalam perjalanan. Pembicaraan tersebut terkait aksi peneloyoran, dalam dialog tersebut saya ingin masuk untuk ikut berdialog karena dalam pembicaraan tersebut sedikit menyebut-nyebut nama Paspampres yang melakukannya," terang Waris di Markas Komando Paspampres, Jakarta Pusat, Sabtu (24/7/2010).
Menurutnya, ciri-ciri yang disebutkan Clara yang mengatakan bahwa yang melakukan penoloyoran menggunakan pakaian berwarna gelap dan memakai topi, menurutnya, jelas bahwa yang melakukan tindakan tersebut bukan Paspampres.
"Seluruh anak buah saya termasuk saya mengenakan batik berwarna kuning kemerah-merahan," terangnya.
Kemudian saat ditanya lebih jauh siapa kira-kira orang yang melakukan peneloyoran tersebut, ia pun tidak bisa menyebutkannya.
"Pada saat itu orang tua bercampur baur dengan anak-anak, orang bukan main banyaknya, karena ingin berfoto bersama bapak (Presiden) dan ada juga yang ingin mengambil foto, sehingga tidak ada yang melihat kejadian tersebut," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan, Clara (9), mengaku ditoyor kepalanya oleh seorang oknum Paspampres seusai bersalaman dengan Presiden SBY dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional di Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (23/7/2010).
Belum diketahui penyebab perlakuan kasar Paspampres itu, namun yang jelas Clara mengalami trauma dan kabarnya langsung mengadu ke Komnas Perlindungan Anak.
Clara adalah anggota Persatuan Artis Remaja dan Cilik Indonesia (PARCI) yang saat itu usai mentas di operet anak-anak dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN). Usai mentas Clara dan teman-teman lainnya diberi kesempatan bersalaman dengan Presiden SBY.
Setelah itu, tiba-tiba Clara ditoyor kepalanya oleh petugas itu. Clara yang bingung sempat mencari-cari pelakunya, tapi malah dipelototin. Alhasil Clara cuma bisa menangis.