Tragedi Bunaken
Kami Diperintahkan Segera Loncat ke Laut karena Ombak Besar
Awak kapal Exogero sempat meminta kepada delapan anggota DPR segera melompat ke laut saat diterjang ombak besar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Awak kapal Exogero sempat meminta kepada delapan anggota DPR untuk segera melompat ke laut saat diterjang ombak besar. Semua anggota DPR disuruh segera loncat dari kapal kayu itu untuk menyelamatkan diri.
Demikian kesaksian Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Otong Abdurrahman, yang ikut dalam rombongan kapal motor maut di Bunaken.
"Kami sempat diperintahkan awak kapal untuk loncat menyelamatkan diri," kata Otong saat dihubungi Tribunnews.com, Jakatra, Sabtu (7/8/2010) malam.
Menurut Otong, perintah awak kapal itu dilakukan mengingat ombak makin besar dan ada kemungkinan kapal menghantam bibir dermaga yang terbuat dari batu.
Benar saja, sesaat si awak kapal itu memberi perintah, kapal tersebut terbelah dan tenggelam seketika. "Saat kami mau dekat lagi sampai dermaga, yang benar-benar saya rasakan ada tiga kali ombak besar. Kira-kira tinggi ombaknya lebih dari 2 meter. Perahu langsung pecah, karena ombak itu mendorong perahu ke batu dermaga," cerita Otong.
Sebenarnya saat di pertengahan jalan dari Bunaken menuju Pelabuhan Manado, terjangan ombak sudah mulai terasa. Namun, mendekati bibir dermaga ombak makin membesar. "Baju saya basah semua," ujarnya.
Sebagaimana diwartakan, tenggelamnya kapal motor rombongan anggota DPR RI di Bunaken ini menewaskan satu anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Setia Permana dan istri anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Sutjipto, Wahyu Nurani. (*)