Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Kesedihan Nadiem Makarim 7 Bulan Terpisah dari Anak Hingga Ungkap Penyesalan Mendalam
Perpisahan itu berlangsung imbas Nadiem Makarim tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek.
Ringkasan Berita:
- Nadiem Makarim tampak bersedih saat menyampaikan dia telah berpisah dengan anak-anaknya selama tujuh bulan terakhir.
- Perpisahan itu berlangsung imbas Nadiem Makarim tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek.
- Ia mengatakan, selama kurang lebih tujuh bulan mendekam di penjara, ia banyak merenung dan introspeksi diri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nadiem Makarim tampak bersedih saat menyampaikan dia telah berpisah dengan anak-anaknya selama tujuh bulan terakhir.
Perpisahan itu berlangsung imbas Nadiem Makarim tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek.
Baca juga: Saksi yang Meringankan Nadiem Ungkap Capaian 99,98 Persen Penggunaan Chromebook di Sekolah-sekolah
"Saya harus menyadari bahwa masa ini adalah masa yang sangat sulit buat saya dan keluarga saya, dipisah secara paksa dengan anak-anak itu hal yang berat," ungkap Nadiem yang mimik wajahnya tampak sedih dan bersuara parau, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Meski demikian, Nadiem mengaku mendapat kekuatan dan inspirasi dari mengingat penderitaan dan pengorbanan pemimpin-pemimpin Indonesia terdahulu.
Baca juga: Saksi Meringankan Nadiem: Laptop Chromebook Bisa Dideteksi Jika Dijual atau Dibawa Pulang
"Tetapi saya melihat tokoh-tokoh di Indonesia, pemimpin-pemimpin negara kita yang sudah menderita dan mengalami pengorbanan yang jauh lebih besar daripada saya. Dan itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi," katanya.
Nadiem juga mengatakan, dia masih mencintai Indonesia.
Ia mengaku masih optimis akan mendapatkan keadilan dari majelis hakim atas kasus yang menjeratnya.
"Saya ini masih optimis. Saya masih mencintai negara saya. Saya percaya di ujung-ujungnya keadilan itu masih menjadi asas, dasar daripada negara Indonesia yang saya cintai. Mohon doa bagi masyarakat kepada saya untuk mendapatkan keadilan," ucap Nadiem.
Penyesalan Mendalam
Nadiem Makarim menyampaikan permohonan maaf atas ucapan maupun perilaku yang dinilai telah menyinggung pihak-pihak tertentu semasa menjabat sebagai Mendikbudristek.
Ia mengatakan, selama kurang lebih tujuh bulan mendekam di penjara, ia banyak merenung dan introspeksi diri.
Ia mengaku memiliki banyak sekali kekurangan dan kelemahan sebagai pemimpin muda di birokrasi, yang satu diantaranya menurut Nadiem adalah ketika dia memasukkan banyak orang profesional ke dalam Kemdikbudristek.
"Dalam 7 bulan ini, saya 7 bulan di penjara itu banyak merenung dan punya banyak waktu untuk benar-benar mengintrospeksi diri. Walaupun saya tidak melakukan kesalahan dalam kasus ini, saya juga menyadari bahwa saya ini punya banyak sekali kekurangan. Punya banyak sekali kelemahan sebagai pemimpin muda di pemerintahan, dan saya ingin mengakui itu," kata Nadiem, kepada wartawan di sela-sela persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
"Bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi, saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, profesional muda, yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," tambahnya.
Nadiem juga mengaku, semasa menjadi Menteri, dia kurang santun dalam cara penyampaian dan kurang menghormati tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik.
"Dan menurut saya itulah satu hal, salah saya adalah peran saya itu tidak bisa kerja-kerja saja profesional, tetapi juga fungsi politik saya," kata Nadiem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nadiem-Makarim-di-Pengadilan-Tipikor-Jakarta-40498.jpg)