Sidang Kompol Arafat
Sespri Wakapolri Pernah Telepon Pambudi Soal Rekening Gayus
Setelah penyidik memblokir rekening Gayus Tambunan, mulai bermunculan intervensi dari petinggi Polri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Kompol Mohd Arafat Enanie mengatakan, awalnya kasus pajak dengan tersangka Gayus Halomoan Partahanan Tambunan tak menarik. Mulai menarik setelah penyidik memblokir rekening Gayus senilai Rp 28 miliar. Setelah pemblokiran, mulai bermunculan intervensi dari petinggi Polri.
Hal itu diungkapkan Arafat dalam pemeriksaannya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010). "Awalnya kasus Gayus tidak menarik perhatian. Setelah diblokir menurut saya ada yang menarik, muncul intervensi," ucap Arafat.
Menurut Arafat, mereka yang melakukan intervensi adalah atasannya mantan Kanit III Asuransi dan Pajak Kombes Pambudi Pamungkas. Bahkan, Pambudi sempat menanyakan Arafat kenapa uang Gayus diblokir. Bukan itu saja, Sespri Wakapolri juga pernah telepon Pambudi. Saat itu Wakapolri dijabat Komjen Makbul Padmanegara.
"Saya pernah dipanggil oleh Kanit saya, karena dia (Kanit) ditelpon oleh Sesprinya Wakapolri. Waktu itu menanyakan persoalan kenapa ini diblokir? Tidak lama, saya dipanggil Kabareskrim waktu itu Pak Komjen Susno Duadji, menanyakan ada masalah apa rekening ini diblokir," paparnya.
Setelah intervensi tersebut, Arafat mengaku hati-hati menangani kasus Gayus. Apalagi, kasus ini sudah menjadi atensi Susno. Selain itu, Susno juga mewanti-wanti agar hati-hati. "Termasuk hati-hati seperti yang mulia tanyakan tadi, seperti menanyakan duit. Saya sangat khawatir dan takut," katanya.(*)