Sabtu, 23 Mei 2026

Demo Setahun SBY Boediono

Massa Temukan Peluru Karet di Halaman Markas Bendera

Satu orang massa aksi yang diamankan oleh pihak kepolisian diketahui bernama Tresen anggota Gerakan Pemuda Daerah Guntur 49

Tayang:
Editor: Prawira
Laporan wartawan Tribunnews.com: Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu orang massa aksi yang diamankan oleh pihak kepolisian diketahui bernama Tresen anggota Gerakan Pemuda Daerah Guntur 49. Hal itu diketahui oleh Naldy, salah satu anggota Bendera yang berunjuk rasa di depan Markas Bendera, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2010).

Naldy mengatakan saat itu Bendera melakukan aksi menutup setengah jalan. "Tapi mereka (polisi) melakukan tindakan anarkis," ujarnya.

Naldy melihat Tresen yang ingin masuk ke markas Bendera diamankan polisi. "Tresen ingin masuk tapi langsung dipukuli oleh polisi dan dibawa oleh mereka," imbuh Noldy yang juga ikut dipukuli petugas. Korban lain yang terluka adalah Acil. "Saya protes kenapa kita ditembak di dalam," ujar Acil sambil menujukkan memar di tangan kiri.

Anggota Bendera juga memperlihatkan sejumlah peluru karet dan gas air mata yang ditemukan di halaman markas Bendera. "Ini kita temukan di halaman," ujar Naldy. Saat ini massa masih berjaga-jaga di dalam markas Bendera.

Aksi itu berlangsung sekitar 30 menit dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas Jalan Diponegoro. Pengamatan Tribunnews.com, polisi langsung menembakkan gas air mata ke arah massa. Sebagian petugas lainnya mengambil kayu dan spanduk yang digunakan massa aksi.

Sementara itu, Kapolsek Menteng, Kompol Arsdo yang saat peristiwa bentrokan mencoba melerai massa dengan polisi belum dapat berkomentar. "Nanti saja yah," singkatnya saat ditemui Tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved