AHY Sentil Kerja Kementerian Era Prabowo: Rebutan Anggaran, Merasa Paling Penting
AHY mengkritik cara kerja kementerian di era Prabowo yang disebutnya masih merasa paling penting sendiri. Kementerian itu kerap rebutan anggaran.
Ringkasan Berita:
- AHY menyebut masih adanya ego sektoral antar kementerian di era kepemimpinan Prabowo Subianto. Dia mengatakan ada kementerian merasa paling penting dan berujung pada rebutan anggaran.
- Menurutnya, hal tersebut berujung pada belum terlihatnya kolaborasi antar kementerian.
- AHY menuturkan jika budaya semacam itu masih dipertahankan, maka dikhawatirkan pembangunan tidak akan maksimal.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyentil kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyebut masih ada kementerian yang merasa menjadi pihak paling penting. Hal ini membuat kementerian tersebut berebut anggaran.
AHY menjelaskan hal tersebut buntut masih adanya ego sektoral di kementerian.
"Sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego," kata AHY saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari YouTube Ikastara.
"Paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi 'pokoknya gue (kementerian) dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya'. Padahal tujuannya sama," sambung AHY.
Baca juga: Menko AHY Harap Konsep Giant Sea Wall Pantura Matang di 2027
AHY mengatakan tema yang diangkat Munas Ikastara relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini. Adapun tema dari acara tersebut yakni 'Connect, Collaborate, and Lead the Change'.
Dia mengungkapkan tantangan saat ini yakni kolaborasi lintas kementerian yang menurutnya masih belum terlihat.
Tak cuma di level kementerian, kolaborasi juga belum terjalin dengan baik pada level pemerintah daerah (pemda), dunia usaha, hingga komunitas. Dia berharap hal tersebut bisa segera diperbaiki.
"Core-nya ya semangat kita di sini. Kolektif, solution, government, akademik, bisnis, media, dan community atau apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu dan saya setuju sekali," ujarnya.
Ego Sektoral Bisa Sebabkan Pembangunan Tak Maksimal
AHY menuturkan ego sektoral dapat berdampak lebih luas seperti pembangunan yang tidak maksimal imbas tak ada integrasi.
Dia menyebut ada pembangunan infrastruktur di masa lalu yang berujung tidak saling terkoneksi.
"Mungkin di masa lalu ada pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung satu sama lain, mungkin saja karena tidak bicara satu sama lain," ujarnya.
AHY mencontohkan adanya pembangunan bandara yang tidak terkoneksi buntut tak terbangunnya infrastruktur penunjang seperti jalan.
Hal itu berujung bandara sepi dan membuat adanya kerugian negara.
"Kita membuat bandara besar tapi kalau konektivitas menuju ke bandara tersebut masih sangat terbatas, bandara itu sepi dan tidak optimal penggunaannya," ujarnya.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Diprediksi Naik Jelang Idul Adha & Libur Sekolah, AHY Segera Panggil Maskapai